PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Membangun Perdamaian Dunia dengan Semangat Konferensi Asia Afrika

in Opini
401
0
Membangun Perdamaian Dunia dengan Semangat Konferensi Asia Afrika

Ilustrasi: Pinterest.

556
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi*)

Di tengah dunia yang masih bergolak akibat konflik antarnegara, baik yang bersifat ideologis, ekonomi, maupun politik, semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung kembali menemukan relevansinya.

Perang Rusia-Ukraina, konflik Palestina-Israel, serta ketegangan antarnegara di kawasan Asia dan Eropa menunjukkan bahwa perdamaian masih menjadi cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Indonesia, sebagai pelopor KAA, memiliki warisan nilai yang sangat berharga untuk ditawarkan kepada dunia.

Konferensi Asia Afrika merupakan momentum penting yang mempertemukan negara-negara Asia dan Afrika pascakolonial untuk menjalin kerja sama dalam bingkai solidaritas dan perdamaian. Dalam pidato pembukaan, Presiden Soekarno menekankan bahwa KAA bukan sekadar pertemuan politik, tetapi sebuah pernyataan kemanusiaan global.

“Kami bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang baru merdeka, ingin berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini.”

Konferensi ini melahirkan Dasasila Bandung, yang berisi sepuluh prinsip dasar hubungan internasional yang damai dan saling menghargai, antara lain:

  • Menghormati hak-hak asasi manusia,
  • Menghormati kedaulatan dan integritas wilayah,
  • Penyelesaian sengketa secara damai,
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain,
  • Kerja sama untuk kepentingan bersama.

Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi bagi Gerakan Non-Blok dan menjadi inspirasi dalam pembangunan tatanan dunia yang lebih adil dan damai.

Akademisi dari Undip, Prof. Singgih Tri Sulistiyono menegaskan bahwa semangat KAA tetap relevan. Menurutnya, kerja sama internasional harus bertumpu pada kemanusiaan dan keadilan, bukan dominasi ekonomi atau militer. Negara-negara Asia dan Afrika masih memiliki peluang besar untuk membangun jaringan solidaritas yang kokoh di tengah dunia multipolar saat ini.

KAA mengajarkan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah hambatan untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membangun masa depan bersama.

Kerukunan Antarbangsa Berakar dari Karakter Individu

Perdamaian antarbangsa tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari budaya kerukunan yang dibangun dalam masyarakat. Dalam konteks ini, nilai-nilai luhur yang dikembangkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menjadi sangat relevan. Salah satu komponen penting dari 29 karakter luhur yang dikembangkan LDII adalah “5 Syarat Kerukunan”, yaitu:

  1. Berbicara yang baik, pahit madu, enak didengar, sopan santun, tata krama, unggah-ungguh dan papan empan adepan. Menjaga komunikasi yang sehat dan tidak menyakiti.
  2. Bisa dipercaya dan mempercayai, memiliki sifat jujur dan amanah. Membangun kepercayaan sebagai dasar hubungan.
  3. Sabar, keporo ngalah dan rebutan ngalah. Tidak mudah tersulut emosi dan mengedepankan musyawarah.
  4. Tidak merusak sesama (diri, harta, hak asasi dan kehormatan) serta mengakui dan menjunjung tinggi martabat dan hak orang lain.
  5. Saling memperhatikan dan menjaga perasaan. Memiliki sikap empati untuk membangun hubungan harmonis.

Kelima prinsip ini dapat dijadikan panduan bukan hanya dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga dalam diplomasi dan hubungan antarbangsa. Negara-negara yang dipimpin oleh karakter-karakter luhur ini akan lebih mudah menjalin kerja sama yang saling menghormati dan menguntungkan.

Indonesia dan Peran Global untuk Perdamaian

Sebagai tuan rumah KAA 1955 dan negara yang menganut politik bebas aktif, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus menyuarakan perdamaian dunia. Dengan menginternalisasi kembali semangat Dasasila Bandung dan menerapkan nilai-nilai karakter luhur dalam kehidupan berbangsa, Indonesia dapat memainkan peran strategis sebagai penjembatan antarbangsa, penjaga nilai-nilai kemanusiaan, dan penggerak diplomasi perdamaian. “Kita tidak harus menjadi negara besar untuk berbuat besar bagi dunia. Kita cukup konsisten menjadi bangsa yang menjunjung nilai-nilai luhur dan mempraktikkannya dengan nyata.”

Konferensi Asia Afrika adalah warisan besar yang tak lekang oleh waktu. Nilai-nilai yang lahir dari Bandung tahun 1955 tetap relevan dalam menjawab tantangan global hari ini. Dengan membangun kerukunan dari individu, keluarga, masyarakat, hingga bangsa dan antarbangsa, kita bisa mewujudkan cita-cita besar: dunia yang damai, adil, dan sejahtera.

Mari kita warisi semangat Bandung tidak hanya dalam pidato, tapi dalam tindakan. Kita mulai dari lingkungan terdekat, hingga membawa nilai itu melintasi batas negara.

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Konferensi Asia AfrikaPerdamaian Dunia

Related Posts

Menjaga Tunas Bangsa Melalui Pancasila: Refleksi Keteladanan Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Keteladanan untuk Membangun Indonesia Emas 2045

by admin
June 2, 2026
0

Oleh Thonang Effendi “Garuda Pancasila, akulah pendukungmu... Patriot Proklamasi, sedia berkorban untukmu.” Setiap 1 Juni, bait lagu karya Sudharnoto itu kembali menggema....

Read more
Menyelami Hakikat Kurban
Opini

Menyelami Hakikat Kurban

by admin
May 25, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah* Setiap kali takbir bergema membelah langit pada kesunyian fajar Idul Adha, ada getaran spiritual yang tidak biasa merayap di...

Read more
Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja
Opini

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

by admin
April 3, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka lulusan SLTA umum (SMA) mencapai 2.203.563 orang dari...

Read more
Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis
Opini

Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis

by admin
April 1, 2026
0

Oleh Daud Sobri* Di lingkungan pesantren, istilah alim bukan sekadar gelar bagi mereka yang banyak hafal kitab atau fasih berbahasa Arab. Alim...

Read more
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram
Opini

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

by admin
March 14, 2026
0

Oleh Sudarsono Bayangkan Anda sedang salat di masjid, tapi tidak sembarang masjid karena ruangan masjidnya benar-benar harum dan tidak apek; udaranya sejuk-segar...

Read more
Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Siti Nurannisa P.B.* Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela...

Read more

Trending

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri
Berita Daerah

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

22 hours ago
Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI
Berita Daerah

Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI

3 days ago
LDII Gunungkidul Dukung Sinergi Forkopimda dan MUI Jaga Kerukunan
Berita Daerah

LDII Gunungkidul Dukung Sinergi Forkopimda dan MUI Jaga Kerukunan

3 days ago
LDII Kemang Menggelar Pengajian Hypnoparenting, Tekankan Ketenangan Orang Tua dalam Asuh Anak
Berita Daerah

LDII Kemang Menggelar Pengajian Hypnoparenting, Tekankan Ketenangan Orang Tua dalam Asuh Anak

3 days ago
LDII Muaro Jambi Ikuti Diklat Kesekretariatan dan Protokoler, Tingkatkan Kompetensi Pengurus
Berita Daerah

LDII Muaro Jambi Ikuti Diklat Kesekretariatan dan Protokoler, Tingkatkan Kompetensi Pengurus

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

October 22, 2026
Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI

Tiga Santri TPQ Al Fatah Magelang Raih Prestasi MAPSI

October 20, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In