PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Bolehkah Khutbah Jumat Selain Bahasa Arab?

in Artikel
381
0
Bolehkah Khutbah Jumat Selain Bahasa Arab?
557
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh KH Aceng Karimullah

Khutbah Jumat merupakan kegiatan dakwah yang dilakukan ketika salat Jumat. Tujuan khutbah Jumat adalah mengajak kaum muslim untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada prakteknya, khutbah Jumat ada yang menggunakan bahasa Arab saja, ada juga yang menggunakan bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Lalu bagaimana sebenarnya aturan tentang khutbah Jumat?

Pada zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat nabi, belum muncul persoalan bahasa dalam penyampaian khutbah Jumat. Hal ini dikarenakan penyebaran agama Islam baru mencakup wilayah-wilayah yang berbahasa Arab.

Namun ketika agama Islam tersiar sampai ke wilayah-wilayah non-Arab maka muncullah persoalan ini. Di samping itu, penjelasan tentang bahasa khutbah Jumat tidak ditemukan dalam hadits maka harus dilihat dalam kitab-kitab fiqih.

Salah satu kitab yang bisa dijadikan sebagai rujukan adalah “Kitab Al-Fiqh ‘alaa al-Madzaahib al-Arba’ah” (Kitab Fiqih Menurut Empat Madzhab) yang disusun oleh Abdur-Rohman al-Jazairy.

Dalam bab tentang Syarat-syarat Dua Khutbah Jumat (Jilid 1 halaman 315, terbitan Daarul-Hadits Kairo, 1994) diterangkan bahwa dua khutbah Jumat harus memenuhi beberapa syarat. Salah satu syaratnya agar dibawakan dalam bahasa Arab berdasarkan keterangan beberapa madzhab.

Kalangan Hanafi mengatakan, “Boleh khutbah dengan selain bahasa Arab walau dia bisa berbahasa Arab, baik bagi orang Arab maupun selainnya”.

Kalangan Hambali mengatakan, “Tidak sah khutbah dengan selain bahasa Arab bila dia menguasai bahasa Arab. Bila dia tidak bisa menyampaikan dengan bahasa Arab maka boleh menyampaikan dengan bahasa lain yang dia kuasai dengan baik, untuk jamaah orang Arab ataupun selainnya, tetapi pembacaan ayat yang menjadi rukun khutbah tidak boleh dibacakan dengan selain bahasa Arab. Sebagai gantinya adalah dzikir yang dia kehendaki dalam bahasa Arab. Apabila tidak bisa juga, maka diamlah selama kira-kira pembacaan ayat yang dimaksud”.

Kalangan Syafi’i mengatakan, “Dipersyaratkan bahwa rukun-rukun khutbah disampaikan dalam bahasa Arab. Tidak memadai bila dengan selain bahasa Arab bila memungkinkan untuk mempelajarinya. Bila tidak memungkinkan untuk mempelajarinya maka dia boleh berkhutbah dengan selain bahasa Arab”.

Ini bila jamaah-nya orang Arab. Bila jamaahnya orang Ajam (Non Arab) maka tidak dipersyaratkan secara mutlak untuk menyampaikan rukun-rukun khutbah dalam bahasa Arab meskipun memungkinkan untuk mempelajarinya, selagi menyangkut pembacaan ayat maka tidak boleh tidak, harus diucapkan dalam bahasa Arab, kecuali bila dia tidak menguasai, maka dia ganti dengan dzikir atau doa bahasa Arab.

Bila tidak bisa juga maka dia diam selama kira-kira pembacaan ayat yang dimaksud, tanpa menterjemahkannya. Adapun selain rukun-rukun khutbah maka tidak dipersyaratkan dalam bahasa Arab, tetapi demikian itu sunnah.

Kalangan Maliki mengatakan, “Dipersyaratkan khutbah dengan bahasa Arab meskipun jamaahnya tidak mengerti bahasa Arab. Bila tidak ada orang yang menguasai bahasa Arab untuk menyampaikan khutbah maka gugurlah kewajiban jumatan dari mereka.

Berdasarkan keterangan di atas dapat dipahami bahwa khutbah yang disampaikan dalam bahasa Arab mendapat dukungan dari mayoritas empat madzhab, yaitu Syafi’i, Hambali dan Maliki.

Sementara syarat dua khutbah Jumat lainnya sebagaimana diterangkan dalam bab tentang Syarat-syarat Dua Khutbah Jumat (Jilid 1 halaman 315, terbitan Daarul-Hadits Kairo, 1994) sebagai berikut.

Pertama, khutbah Jumat agar disampaikan sebelum shalat Jumat dan tidak sah bila disampaikan setelahnya. Hal ini disepakati oleh tiga imam. Yang berbeda adalah kalangan Maliki.

Kalangan Maliki mengatakan, “Bila khutbah disampaikan setelah shalat Jumat maka yang diulang hanya shalatnya saja. Khutbahnya sah dan tak perlu diulang, dengan catatan kalau shalatnya diulang sebelum khatib/imam keluar dari masjid. Bila shalatnya tidak diulang sebelum dia keluar dari masjid atau waktu sudah berselang lama maka wajib mengulang khutbah dan shalatnya”.

Kedua, agar disertai niat khutbah, maka bila khutbah tanpa niat tidak sah khutbahnya menurut Hanafi dan Hambali. Namun Syafi’i dan Maliki berkata bahwa sesungguhnya niat bukan syarat sahnya khutbah hanya saja Syafi’i mempersyaratkan bebas gangguan, sehingga bila khatib bersin dan membaca Alhamdulillah maka batal khutbahnya. Namun syarat ini tidak disepakati oleh imam madzhab yang lain.

Ketiga, sudah masuk waktunya. Jika khutbah sebelum waktunya dan sholat sudah pada waktunya maka tidak sah dengan kesepakatan semua imam madzhab.

Keempat, khutbah Jumat dibaca dengan suara keras sehingga terdengar oleh hadirin dengan keterangan dari beberapa madzhab sebagai berikut. Kalangan Hanafi mempersyaratkan kerasnya khutbah sehingga terdengar oleh hadirin di tempat itu. Kecuali kalau yang hadir memang tuli atau jaraknya dari khotib terlalu jauh, memang tidak dipersyaratkan untuk bisa mendengarnya.

Kalangan Syafi’i mempersyaratkan kerasnya khutbah sampai kira-kira bisa didengar oleh 40 orang hadirin yang terdekat.

*Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII

Related Posts

Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama
Artikel

Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Boyolali (7/7). PC LDII Boyolali menggelar Asrama Liburan bagi siswa usia SMP hingga SMA selama masa libur sekolah. Kegiatan yang diikuti 94...

Read more
Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan
Artikel

Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Wonogiri (7/7). Warga LDII Kelurahan Balepanjang, Jatipurno bersama masyarakat menggelar gotong royong memperbaiki Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Balepanjang secara swadaya sebagai bentuk...

Read more
LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati
Artikel

LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Lamongan (2/7). DPD LDII Lamongan menerima satu ekor sapi kurban bantuan dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendy, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447...

Read more
Safari Organisasi ke Sarolangun, H. Yaskur Amin Tekankan Kerukunan Rumah Tangga
Artikel

Safari Organisasi ke Sarolangun, H. Yaskur Amin Tekankan Kerukunan Rumah Tangga

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Sarolangun (20/6). Muballigh asal DPD LDII Kota Depok, Jawa Barat, H. Yaskur Amin, bersilaturahim ke Kabupaten Sarolangun, Jambi. Dalam kunjungan tersebut, ia...

Read more
Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli Masa Depan, LDII OKU Timur Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi
Artikel

Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli Masa Depan, LDII OKU Timur Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi

by eko nuansa
July 9, 2026
0

OKU Timur (7/7). DPD LDII OKU Timur melalui Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Kesenian menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi Usia Mandiri. Kegiatan bertema...

Read more
Pererat Kebersamaan, Remaja LDII Kota dan Kabupaten Cirebon Ikuti Kegiatan Melukis
Artikel

Pererat Kebersamaan, Remaja LDII Kota dan Kabupaten Cirebon Ikuti Kegiatan Melukis

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Cirebon (4/7). Sebanyak 120-an lebih remaja dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Waled, Harjamukti, dan Palimanan berkumpul bersama dalam acara silaturahim penuh keseruan....

Read more

Trending

LDII Tanggulangin Helart Ngopi Bareng, Perkuat Sinergi dengan TNI-Polri, dan Tokoh Masyarakat
Berita Daerah

LDII Tanggulangin Helart Ngopi Bareng, Perkuat Sinergi dengan TNI-Polri, dan Tokoh Masyarakat

7 hours ago
LDII Singkut Gotong Royong Mengecor Masjid Nurul Ikhsan
Berita Daerah

LDII Singkut Gotong Royong Mengecor Masjid Nurul Ikhsan

7 hours ago
LDII Simpang Abadi Gotong Royong Mengecor Lantai Kamar Mandi
Berita Daerah

LDII Simpang Abadi Gotong Royong Mengecor Lantai Kamar Mandi

7 hours ago
Generus LDII Prabumulih Gelar Pertandingan Persahabatan di Pesawaran, Tanamkan Karakter lewat Sepak Bola
Berita Daerah

Generus LDII Prabumulih Gelar Pertandingan Persahabatan di Pesawaran, Tanamkan Karakter lewat Sepak Bola

7 hours ago
FORSGI dan LDII Batam Gelar Festival Sepak Bola Usia Dini, Tanamkan Sportivitas
Berita Daerah

FORSGI dan LDII Batam Gelar Festival Sepak Bola Usia Dini, Tanamkan Sportivitas

9 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Tanggulangin Helart Ngopi Bareng, Perkuat Sinergi dengan TNI-Polri, dan Tokoh Masyarakat

LDII Tanggulangin Helart Ngopi Bareng, Perkuat Sinergi dengan TNI-Polri, dan Tokoh Masyarakat

July 31, 2026
LDII Singkut Gotong Royong Mengecor Masjid Nurul Ikhsan

LDII Singkut Gotong Royong Mengecor Masjid Nurul Ikhsan

July 31, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In