PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Kalah Menang Rukun

in Opini
392
0
Kalah Menang Rukun

Ilustrasi pertandingan sepakbola U-10 antar majelis ta’lim.

556
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi

Siang, menjelang tengah hari di lapangan sepakbola pondok pesantren di timur Jakarta partai final pertandingan sepakbola U-10 antar majelis ta’lim digelar. Dua tim finalis bertanding, menampilkan kemampuan terbaiknya hasil latihan rutin selama ini. Adu penalti menjadi penentu juara karena kedua tim tampil sama hebatnya. Layaknya sebuah final Piala Dunia diperlukan satu tim yang dinobatkan sebagai juara. Hasil akhir satu tim menang dan satu tim kalah dengan selisih satu gol tendangan penalti yang berhasil ditepis oleh kiper.

Kiper tim yang menang diangkat, dibopong sambil bersorak sorai, “Alhamdulillah, Allah memberi kita kemenangan,” kata kapten tim. “Alhamdulillah, akhirnya, hasil latihan yang kita lakukan selama ini berbuah juara,” celetuk salah satu pemain. Satu tim sujud syukur dengan air mata haru menetes tanpa disadari namun alami.

Di sudut lain lapangan, air mata juga mengalir dari tim yang kalah. Rasa sedih, sesal, menyalahkan diri sendiri dan dengan tersedu-sedu penendang penalti yang gagal berucap ”Maafkan aku ya teman-teman, gara-gara tendanganku gagal kita jadi kalah,” tangispun berlanjut. Sang kapten tim, menghela napas panjang menahan sedih berkata, “Qodarullah, hari ini kita belum menang, kita satu tim, kita sudah berusaha sak pol kemampuan (sekuat tenaga)”. Berhenti sejenak, melihat satu per satu teman-temannya. Seketika satu tim hening, mereka sadar dan teringat nasihat dalam pengajian, hidup kita tak lepas dari 4 maqodirullah. Qodar nikmat, kita bersyukur, qodar cobaan, kita bersabar, qodar musibah, kita istirja’, qodar salah, kita bertaubat.

Sang kapten melanjutkan berkata, ”Apapun yang terjadi hari ini, meskipun kita kalah, Alhamdulillah kita masih juara dua. Inilah hasil terbaik yang Allah berikan pada kita”. Salah satu anggota tim menimpali, “Mereka layak juara karena memang permainannya lebih bagus”. Penendang penalti yang gagal turut menimpali, “Kamerun, kalah menang rukun”. Sang kapten berteriak, “Ayo teman-teman kita ucapkan selamat pada tim yang juara”. “Ayo, kita ucapkan selamat dan kita rayakan kemenangan bersama ini,” jawab tim serempak dan semangat.

Kamerun, kalah menang rukun bukan kalimat biasa yang mudah terucap dari tim yang kalah. Ia adalah refleksi hidup yang penuh makna. Kekalahan bukan akhir segalanya, tapi awal dari penerimaan dan kedewasaan. Dalam hidup yang penuh kompetisi dan upaya untuk menjadi sukses dalam segala aspek, kadang kita sering merasa berat untuk menerima kenyataan bahwa dalam sebuah pertandingan ada yang menang dan ada yang kalah, ada kalanya sukses dan ada kalanya gagal. Sebuah pembelajaran berharga bisa kita dapatkan dari permainan sepakbola, dari penentuan juara lewat adu penalti, dari keikhlasan anak-anak menerima kekalahan. Ketika hati belajar menerima kenyataan, hadza qodarullah, maka sepahit apapun kondisi kehidupan terasa nyaman untuk dijalani karena ada Allah yang mencukupinya.

Al-Qur’an mengingatkan kita dalam surat At-tholaq ayat tiga, “…Waman yatawakkal alallahi fahuwa hasbuh…”. Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Ini adalah peringatan untuk berhenti sejenak, merenung dan menyadari pentingnya memiliki sikap tawakal dalam menjalani kehidupan. Meskipun berusaha dan berikhtiar itu penting, namun pada akhirnya hasil dari usaha tersebut adalah kehendak Allah. Percaya dan berserah diri kepada Allah akan mendatangkan ketenangan dan keyakinan bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Di sisi lain untuk mewujudkan kerukunan ada salah satu dari lima syarat kerukunan yang perlu dipraktikkan yaitu banyak sabarnya, keporo ngalah, wani ngalah, dan rebutan ngalah. Sabar merupakan karakter luhur yang harus dimiliki sehingga mampu menghadapi dan menyikapi segala peristiwa kehidupan dengan bijaksana.

Terkait pembiasaan praktik karakter luhur untuk anak-anak melalui permainan sepakbola LDII bekerjasama dengan Forsgi (forum sepakbola generasi Indonesia). Lewat sepakbola anak-anak selain berolahraga juga dibiasakan olah pikir dan olah rasa. Simulasi nyata praktik 29 karakter luhur bisa anak-anak terapkan dalam setiap tahapan latihan dan pertandingan sepakbola. Bagaimana mempraktikkan 6 thobiat luhur; jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak dan kerja sama yang baik, 4 maqodirullah, 5 syarat kerukunan dan 4 roda berputar terwujud nyata dalam setiap sesi pembinaan maupun saat pertandingan berlangsung.

Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa perilaku berkarakter merupakan keterpaduan olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik). Ketika seseorang mampu memadukan keempat komponen ini dalam hidupnya, maka ia akan lebih mudah merasakan diri sebagai manusia yang utuh, seimbang, dan berkarakter.

Akhirnya, membentuk manusia yang utuh, manusia yang seutuhnya memang membutuhkan waktu yang lama. Dimulai dari persiapan di dalam rahim, program seribu hari pertama, pembinaan anak usia dini, cabe rawit, pra remaja, remaja, pra nikah, dewasa dan lansia hingga husnul khotimah. Dan ternyata, ungkapan sederhana, kalah menang rukun memberikan ruang perenungan bahwa harmoni manusia menemukan maknanya.

Penulis:

Thonang Effendi

Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Kalah Menang RukunOpini LDIIOpini Thonang

Related Posts

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja
Opini

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

by admin
April 3, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka lulusan SLTA umum (SMA) mencapai 2.203.563 orang dari...

Read more
Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis
Opini

Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis

by admin
April 1, 2026
0

Oleh Daud Sobri* Di lingkungan pesantren, istilah alim bukan sekadar gelar bagi mereka yang banyak hafal kitab atau fasih berbahasa Arab. Alim...

Read more
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram
Opini

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

by admin
March 14, 2026
0

Oleh Sudarsono Bayangkan Anda sedang salat di masjid, tapi tidak sembarang masjid karena ruangan masjidnya benar-benar harum dan tidak apek; udaranya sejuk-segar...

Read more
Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Siti Nurannisa P.B.* Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela...

Read more
Ilustrasi Keluarga.
Opini

Baik Buruknya Keluarga

by admin
February 26, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah * Dalam timbangan Ilahi, suka dan duka, baik dan buruk, tak terelakkan lagi. Ia perputaran sunnatullah yang lama tertulis....

Read more
DPP LDII
Opini

Not In My Back Yard – Mengakhiri Bau Busuk Sampah dengan Solusi Membumi

by admin
February 20, 2026
0

Sudarsono* Di beberapa kota besar Indonesia, bau busuk sampah menjadi bagian dari keseharian yang mengganggu kualitas hidup jutaan orang. Dari Bantargebang hingga...

Read more

Trending

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan
Lintas Daerah

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

6 hours ago
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri
Lintas Daerah

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

6 hours ago
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri
Nasional

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

6 hours ago
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter
Lintas Daerah

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

6 hours ago
LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah
Lintas Daerah

LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah

6 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In