Pinrang (30/7). DPD LDII Kabupaten Pinrang menggelar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) 2025 di Alfath Stira Paradise, Pantai Kappe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Acara berlangsung pada 26-27 Juli 2025 diikuti 250 generasi muda LDII perwakilan PC dan PAC se-Kabupaten Pinrang.
Pada pembukaan Permata CAI 2025, hadir Camat Duampanua, Andi Ikbal. Ia mengapresiasi generasi muda LDII yang disiplin dan bijak dalam menggunakan media sosial.
“Mereka berhati-hati saat memposting konten yang dapat mengandung unsur SARA maupun sikap ria (sombong) yang dapat menimbulkan dampak negatif di masyarakat,” ujar Andi Ikbal.
Ia berharap Permata CAI kedepannya dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar, mencakup seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). “Anak-anak muda kita punya potensi luar biasa, tinggal difasilitasi dan didukung bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Pinrang, Ikhsan Samsuri mengapresiasi seluruh warga LDII, khususnya generasi muda antusias mengikuti kegiatan ini. “Partisipasi aktif para generasi muda membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan turut berkontribusi pada kesuksesan acara,” ungkapnya.
Ia juga merasa bangga, karena meskipun baru pertama kali dilaksanakan dengan konsep kemah di alam terbuka, semangat pesertanya luar biasa dan kegiatan bisa berjalan dengan sangat baik. “Partisipasi aktif mereka benar-benar membuat suasana jadi lebih hidup dan penuh makna,” kata Ikhsan.
Ia berharap, setelah berakhirnya kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh manfaat yang luar biasa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Permata CAI 2025 mengusung tema “29 Karakter Luhur: Pondasi Generus Profesional Religius Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang pelatihan sekaligus pembentukan karakter bagi generasi muda LDII.
Perkemahan ini tidak hanya berisi penyampaian materi dan edukasi, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai permainan seru yang menekankan pentingnya kekompakan tim dan kerja sama yang baik antar peserta. Melalui aktivitas berkemah di alam terbuka, diharapkan para peserta tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang religius, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta peduli terhadap lingkungan.