Kediri (30/1). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri menunjukkan komitmennya dalam mencetak juru dakwah yang profesioal religius, sekaligus sehat secara fisik. Upaya tersebut salah satunya dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Ponpes Wali Barokah dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri pada Selasa pagi (27/1/2026).
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto menegaskan kesehatan adalah pilar penting dalam proses belajar mengajar. Ia mengungkapkan ada beberapa instansi yang mengajak bekerja sama, namun saat ini pihaknya sedang fokus pada IIK Bhakti Wiyata.
“Kesehatan adalah bagian terpenting dalam pendidikan di pondok. Dengan tubuh yang sehat, santri bisa belajar dengan baik. Kami sangat intens mengadakan MoU dengan berbagai pihak, bahkan sebelumnya kami diajak oleh sebuah civitas ternama, namun kami dahulukan IIK Bhakti Wiyata untuk bersinergi di awal tahun 2026,” ujar H. Sunarto.
Dekan FKG IIK Bhakti Wiyata, Puspa Dila Rohmaniar menyampaikan kerja sama ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat dan pendidikan profesi.
“Harapan kami, santri-santri di Pondok Wali Barokah dapat mendukung mahasiswa profesi (koas) kami untuk diberikan kesempatan merawat kesehatan gigi dan mulut mereka. Perawatan ini tetap berada di bawah supervisi dokter gigi spesialis dan dosen ahli, sehingga kualitasnya terjaga,” jelas Puspa.
Ia juga mengundang Ponpes Wali Barokah untuk terlibat dalam Bulan Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (BKGN) pada akhir tahun 2026. Sementara itu, Hendik Supriyanto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, mengapresiasi Ponpes Wali Barokah yang proaktif dalam isu kesehatan. Menurutnya, kolaborasi ini akan sangat membantu capaian screening kesehatan gigi di wilayah kerja Puskesmas setempat.
“Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Jika santri sehat, mereka akan lebih giat mengaji dan sukses dalam menimba ilmu. Kami sangat mendukung aksi nyata ini agar tidak hanya menjadi simbol di atas kertas,” tutur Hendik.
Menanggapi kolaborasi strategis ini, Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto, menegaskan pentingnya penguatan peran pondok pesantren dalam bidang kesehatan di tengah masyarakat, “Kami dari DPD LDII Kota Kediri sangat mendukung penuh langkah sinergis ini. Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian santri di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, pesantren adalah ekosistem besar, jika santrinya sehat dan memiliki edukasi literasi kesehatan yang baik, mereka bisa menjadi agen perubahan saat kembali di tengah masyarakat nanti, “Sinergi antara dunia pendidikan tinggi seperti IIK Bhakti Wiyata dengan institusi keagamaan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kota Kediri,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung di Gedung Wistram Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur itu dihadiri oleh pimpinan pondok pesantren, jajaran dekan IIK Bhakti Wiyata, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kediri, perwakilan Kemenag Kota Kediri, serta tokoh organisasi kemasyarakatan.(Mzda)








