Bandung (21/2). DPD LDII Kota Bandung turut serta dalam pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar pada Selasa (17/2/2026), di Observatorium Al-Biruni, Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (UNISBA), Bandung, Jawa Barat.
Pemantauan hilal dilakukan melalui metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap munculnya bulan sabit pertama setelah matahari terbenam. Kegiatan ini melibatkan pakar astronomi, akademisi, serta perwakilan berbagai organisasi keagamaan di Kota Bandung. Kehadiran beragam unsur diharapkan memperkuat validitas pengamatan dan menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan secara ilmiah dan objektif.
Pengamat hilal DPD LDII Kota Bandung, Ayatulloh Husein, menyampaikan keikutsertaan LDII adalah komitmen organisasi dalam mendukung penetapan awal Ramadhan yang akurat, “Pemantauan hilal ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga kontribusi ilmiah umat Islam. Dengan melibatkan pakar dan menggunakan metode rukyatul hilal sesuai syariat, didukung ilmu astronomi, diharapkan hasilnya memberi kepastian dan ketenangan bagi umat dalam menjalankan puasa,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Jawa Barat, H. Ali Abdul Latief, menyatakan bahwa pada saat pengamatan hilal tidak terlihat. “Pada pukul 18.17 WIB, saat Maghrib, hilal tidak tampak. Posisi hilal berada antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Kepastian ini akan disampaikan ke Jakarta untuk sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama. Keputusan final menunggu hasil sidang isbat,” jelasnya.
Laporan pengamatan dari berbagai daerah akan menjadi bahan pertimbangan sidang isbat nasional dalam menetapkan awal Ramadhan 1447 H secara resmi. Dengan kegiatan ini, diharapkan umat Islam dapat menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk, tenang, dan penuh keyakinan.














