Demak (27/3). Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menginformasikan persediaan darah dalam kondisi menipis. Ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Demak ini cukup memprihatinkan karena kebutuhan pasien terhadap darah harus terus dipenuhi di berbagai fasilitas kesehatan.
Untuk meminimalkan terjadinya kekosongan stok darah, khususnya golongan tertentu, PMI Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Hal ini yang mendorong DPD LDII Kabupaten Demak menggelar kegiatan donor darah bertajuk Gerakan Sadar Jariah Donor Darah (Gelar Sajadah) di kantor PMI Demak.
Ketua DPD LDII Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, menyoroti kondisi stok darah di Demak yang cenderung menurun selama bulan Ramadan. Hal ini disebabkan jumlah pendonor yang biasanya berkurang, sementara kebutuhan darah tetap tinggi. “Demak termasuk wilayah yang stok darahnya menurun cukup signifikan saat Ramadan. Melihat kondisi tersebut, LDII Demak menyambut baik ajakan PMI untuk menggelar kegiatan donor darah di bulan Ramadan,” ujar Kurniawan.
Kegiatan ini menurutnya merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari amal kebaikan yang memiliki nilai besar di bulan suci. “Sebagai wujud komitmen kepedulian sosial serta kesadaran akan keutamaan beramal di bulan Ramadan, LDII sejak tahun 2019 telah mencanangkan program Gerakan Bulanan Rutin Sadar Jariah Donor Darah (Gelar Sajadah) ini,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan secara bergilir dalam setiap kegiatan pengajian di tingkat Pimpinan Cabang (PC). Khusus pada bulan Ramadan, kegiatan donor darah dipusatkan di Kantor PMI Demak.
“Semoga upaya ini bisa membantu sesama dan memperkuat semangat kemanusiaan. Dalam bulan puasa ini, dengan kita mendonorkan darah akan lebih bermanfaat bagi orang lain yang memerlukan dan bagi diri kita. Dengan berdonor kita bisa membantu sesama,” tegas Kurniawan.














