Semarang (31/3). Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar Safari Ramadan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada Senin (16/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan ulama, aparat, dan tokoh masyarakat dalam satu forum silaturahim.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Ketua DPW LDII Jawa Tengah Singgih Tri Sulistiyono yang memenuhi undangan Kapolda Jawa Tengah. Kehadiran organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama memperkuat koordinasi lintas elemen.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan Safari Ramadan menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dan memperkuat sinergi di bulan Ramadan ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang kami lakukan di berbagai Polda di Indonesia,” ujarnya.
Kapolri juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk meninjau kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran, termasuk kondisi jalan tol dan fasilitas transportasi.
Ia menyinggung situasi geopolitik global yang masih bergejolak dan berpotensi berdampak pada ekonomi nasional. Pemerintah menjalankan sejumlah langkah, termasuk diplomasi internasional serta penguatan kemandirian energi dan pangan melalui komoditas tebu, jagung, dan kelapa sawit, “Upaya ini penting agar ekonomi nasional tetap stabil bahkan bisa terus tumbuh di tengah berbagai tantangan global,” kata Sigit.
Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan bangsa. Ia menilai sinergi antara ulama dan umara menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat pandemi Covid-19, “Kita juga belajar dari perjuangan kemerdekaan bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai Bhinneka Tunggal Ika serta menyiapkan generasi muda melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menjelang musim mudik, Kapolri memastikan Polri berupaya menciptakan perjalanan yang aman dan lancar, “Kami ingin memastikan mudik tahun ini berlangsung aman dan lancar. Selain sebagai tradisi budaya, mudik juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di desa-desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jateng, Singgih Tri Sulistiyono menilai kegiatan Safari Ramadan yang digelar Kapolri di Jawa Tengah menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antara ulama, aparat, dan masyarakat. Menurutnya, forum seperti ini tidak hanya mempertemukan berbagai elemen, tetapi juga menyatukan langkah dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika yang terus berkembang.
“Safari Ramadan ini menjadi ruang silaturahmi yang strategis karena mempertemukan berbagai unsur bangsa dalam satu tujuan, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami melihat sinergi antara ulama dan aparat seperti ini perlu terus dirawat agar mampu merespons berbagai tantangan, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Singgih menambahkan, kondisi global yang berpengaruh terhadap stabilitas nasional juga perlu disikapi dengan penguatan nilai persatuan di tengah masyarakat. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga ketahanan bangsa.
“Kita menghadapi situasi yang tidak sederhana, sehingga diperlukan kebersamaan dan komunikasi yang kuat antar elemen. LDII siap berkontribusi melalui pembinaan umat, penguatan nilai kebangsaan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, tertib, dan saling menghargai,” ucapnya.
Ia menegaskan, LDII Jawa Tengah akan terus mendukung langkah pemerintah dan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memperkuat peran dakwah yang menyejukkan di tengah masyarakat.














