Kupang (29/6). Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan Laode Ahmad Jais, sebagai Ketua DPW LDII NTT periode 2026–2031.
Penetapan tersebut diputuskan secara aklamasi dalam rapat paripurna Muswil IX LDII NTT yang digelar di Kota Kupang, Sabtu (23/5/2026). Laode Ahmad Jais menggantikan ketua sebelumnya, Mustafa Beleng, yang tidak bersedia dicalonkan kembali karena mendapat penugasan dinas di tempat baru.
Dalam sambutannya, Laode Ahmad Jais menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusan baru adalah melakukan konsolidasi internal di jajaran DPW dan DPD LDII kabupaten/kota se-NTT. Menurutnya, konsolidasi diperlukan untuk memastikan masa transisi kepengurusan berjalan baik serta menjaga kesinambungan program organisasi.
“Ke depan, kami ingin memastikan gerbong organisasi berjalan searah dan sejalan, sehingga karya serta kontribusi LDII benar-benar dapat dirasakan hingga ke akar rumput. Konsolidasi menjadi langkah penting agar keberlanjutan program tetap terjaga demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Muswil IX LDII NTT mengangkat tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mendukung NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi arah program organisasi dalam lima tahun ke depan, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Provinsi NTT.
Selain pemilihan ketua wilayah, Muswil juga diisi dengan penyampaian materi dan dukungan dari sejumlah pihak, termasuk unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kejaksaan. Wakil Ketua Umum MUI Provinsi NTT, Jamaludin Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun sudut pandang yang positif terhadap LDII. Ia menilai LDII telah menunjukkan kontribusi dalam pembinaan umat dan pembangunan masyarakat.
“Kita harus mengubah sudut pandang tentang LDII. Organisasi ini memiliki kontribusi yang baik bagi masyarakat. Insya Allah pada Musda MUI nanti, pengurus LDII akan dimasukkan dalam jajaran kepengurusan MUI Provinsi NTT,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan sinergi yang telah berjalan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Menurutnya, empat pengurus DPD LDII telah dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan MUI Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sementara itu, unsur Kejaksaan turut menyampaikan dukungan terhadap program pembinaan yang dijalankan LDII, khususnya dalam membangun kesadaran hukum, menjaga kerukunan, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Muswil IX LDII NTT menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kolaborasi dengan pemerintah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Oleh: S19AKR_KotaKupang_Karyanto (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)














