Sorong (29/6). DPW LDII Papua Barat Daya menggelar Pengajian Semalam Suntuk bagi generasi muda LDII di Gedung DPD LDII Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan tersebut diikuti generasi muda LDII Papua Barat Daya dari jenjang praremaja ke atas. Pengajian ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali.
Sekretaris DPW LDII Papua Barat Daya, Ahmad Bukhori, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pembinaan generasi muda agar lebih terarah serta memiliki 29 karakter luhur sesuai program pembinaan LDII.
“Pembinaan generasi muda ini bertujuan agar waktu luang generus dapat lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih banyak. LDII melalui program besarnya ingin menanamkan 29 karakter luhur kepada generasi penerus,” jelas Ahmad Bukhori.
Kegiatan dimulai selepas Salat Magrib dengan makan bersama, dilanjutkan Salat Isya dan pengajian mengenai tuntunan bertata krama. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenjang dan PC agar proses pembelajaran lebih efektif.
Menurut Bukhori, metode pengajian berkelompok dipilih agar peserta lebih fokus dalam mengikuti materi. “Kita belajar dari berbagai macam metode. Kalau hanya satu pembicara, biasanya peserta yang tidak bawa materi akan berbicara sendiri dan tidak fokus. Dengan dibagi per kelompok, setidaknya peserta tetap bisa terkontrol dan menyimak materi,” ujarnya.
Panitia juga meminta peserta menitipkan telepon genggam selama pengajian berlangsung untuk membantu menjaga konsentrasi. “Ngaji tanpa HP tentu berbeda. Ketika ada HP, ada godaan untuk membuka walaupun sedikit. Tetapi ketika disterilkan, perhatian peserta kepada pemateri bisa lebih maksimal,” ungkap Bukhori.
Selain pengajian, kegiatan juga diisi permainan spinner seputar materi 29 karakter luhur generus. Panitia games, Brian, mengatakan permainan tersebut digunakan sebagai selingan agar peserta lebih aktif mengikuti kegiatan. “Tujuannya agar pengajian yang awalnya terdengar monoton menjadi lebih bervariasi dan ramai partisipannya,” kata Brian.
Pada pagi hari, kegiatan dilanjutkan dengan mini soccer bagi peserta laki-laki dan jalan santai bagi peserta perempuan. “Supaya kegiatan tidak melulu pengajian, ada mini soccer dan ke depannya diusahakan ada voli agar kegiatan semakin fun,” jelas Bukhori.
Salah satu peserta, Sabila, mengatakan metode pengajian berkelompok membuat peserta lebih mudah berinteraksi. “Sangat seru pelaksanaan ngaji berkelompok. Saya jadi lebih kenal dengan generus lain yang sebelumnya belum terlalu dekat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, DPW LDII Papua Barat Daya berharap generasi muda LDII semakin siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi di masa mendatang. “Harapannya generus LDII bisa lebih siap menerima estafet LDII ke depan,” tutup Bukhori.














