Banyuwangi (3/7). Dalam upaya memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergi antarumat beragama di kalangan generasi muda, Pemuda LDII menjadi salah satu peserta Pertemuan Rutin dan Pembahasan Program Kerja Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu (Formula Satu) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Royan, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (25/5).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian serta perwakilan pemuda dari berbagai organisasi lintas iman di Banyuwangi, meliputi organisasi kemasyarakatan Islam (NU, Muhammadiyah, dan LDII), Pemuda Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, serta Pemuda Konghucu. Kehadiran Pemuda LDII dalam forum ini menegaskan komitmen organisasi untuk selalu aktif berpartisipasi dalam merawat kerukunan umat dan keharmonisan di masyarakat.

Menurut Ketua Formula Satu Banyuwangi, Ah. Muhson, dalam era digital seperti saat ini, peran aktif generasi muda sangat penting sebagai motor penggerak kerukunan. Perbedaan latar belakang suku, ras, agama, dan keyakinan harus mampu menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun daerah.
“Generasi muda adalah agen perubahan. Melalui Formula Satu, kita ingin membangun sinergi yang positif demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan di Banyuwangi. Program-program yang kita rancang harus menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas,” ujar Muhson.
Sementara itu, perwakilan Pemuda LDII yang juga menjabat sebagai Sekretaris Formula Satu Kabupaten Banyuwangi, Andreas, menuturkan bahwa keterlibatan mereka dalam forum ini merupakan wujud nyata dari implementasi delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya terkait penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Kami dari Pemuda LDII sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kepengurusan Formula Satu. Ini adalah langkah konkret kami untuk ikut serta membangun karakter bangsa yang inklusif. Sinergi ini juga sejalan dengan visi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi,” kata Andreas.
Ia menambahkan, Pemuda LDII siap menyukseskan program-program kerja Formula Satu yang akan datang, khususnya yang berfokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, dialog interaktif, pemanfaatan teknologi digital, pemberdayaan pemuda kreatif, serta penguatan wawasan kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Oleh: Sofyan Gani (contributor)








