Cilegon (2/7). Sejumlah pesilat binaan Persinas ASAD kembali berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026 yang berlangsung di Cilegon pada 11–17 Juni 2026. Pertandingan untuk cabang olahraga pencak silat sendiri dilaksanakan mulai tanggal (13/6/2026) bertempat di Gedung Islamic Center Cilegon. Ajang dua tahunan ini menjadi kesempatan penting untuk menjaring prestasi para atlet pencak silat muda, termasuk pesilat binaan Persinas ASAD yang mewakili berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Banten.
Dalam POPDA kali ini, enam pesilat Persinas ASAD berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Ketua Persinas ASAD, Teguh Pribadi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas pencapaian para atlet muda tersebut.
“Mereka berlaga di POPDA 2026 mewakili daerah masing-masing saja sudah merupakan prestasi tersendiri. Alhamdulillah, sebagian dari mereka juga berhasil meraih medali,” ujar Teguh.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para pesilat, pelatih, serta dukungan pengurus di berbagai tingkatan. Salah satu atlet asal Cilegon yang menorehkan prestasi adalah Reza Oktavian yang turun di Kelas H.
“Prestasi ini tentu bukan hasil kerja individu. Ada peran besar dari para pelatih dan pengurus, baik di bidang pembinaan prestasi, bidang pembibitan dan pemasalan, serta lembaga ilmu bela diri yang senantiasa membimbing dan mendampingi para atlet,” tambahnya.
Teguh menilai bahwa POPDA merupakan batu loncatan yang baik untuk menuju prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Ia juga menegaskan pentingnya melakukan refleksi dan evaluasi pasca-POPDA guna memperkuat sistem pembinaan atlet ke depan.
Untuk memberikan dukungan langsung di lokasi pertandingan, hadir pula perwakilan pengurus pusat maupun daerah, di antaranya Wakil Ketua Pengkot, Muhamad Kosasih dan A. Riyanto, yang ikut memotivasi para pesilat.
Persiapan para atlet diakui telah dilakukan secara matang jauh-jauh hari. Program latihan intensif ditingkatkan semenjak satu bulan menjelang kompetisi untuk memaksimalkan performa di gelanggang.
Latihan rutin biasa dilakukan sebanyak tiga kali seminggu di padepokan, diikuti dengan penambahan porsi latihan mandiri secara konsisten oleh para atlet di rumah masing-masing pada pagi dan sore hari. “Selain itu para pesilat binaan kami, secara rutin mengaji di majelis taklim yang diadakan LDII. Rangkaian persiapan dan pertandingan ini diharapkan dapat melahirkan generasi atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik dan teknik, namun juga memiliki mentalitas yang religius serta tetap rendah hati.” tutur Teguh.








