Cilegon (3/7). Sebagai salah satu program unggulan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi penerus (generus). Satu bentuk komitmen yang dilakukan secara berkelanjutan adalah program pembelajaran beserta evaluasinya.
Evaluasi pembelajaran dilakukan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) melalui pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengaji (KBM). Meskipun berbeda waktu pelaksanaan, namun hampir semua PAC LDII telah menjalankan program ini.
Termasuk PAC LDII Jombang Wetan yang kembali mengadakan kegiatan munaqosah kepada generasi penerus usia SD-SMP. Kegiatan munaqosah ini merupakan kegiatan evaluatif atas terselenggaranya kurikulum pembelajaran secara holistis yang disusun oleh oleh DPP LDII.
Di mana muara dari kurikulum tersebut ialah menjadi insan yang profesional-religius dengan 29 karakter luhur. Susunan kurikulum dibuat agar mampu diaplikasikan secara relevan serta diimplementasikan ke seluruh generus di tingkat PC/PAC LDII di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Cilegon.
Kegiatan munaqosah ini biasanya diadakan setelah ujian akhir sekolah. Pada semester ini, PAC LDII Jombang Wetan telah mengadakan munaqosah pada Sabtu, (27/6/2026) diikuti oleh seluruh generus mulai usia SD sampai usia SMP.
Ketua PAC LDII Jombang Wetan, Nurmiyanto menuturkan bahwa PAC LDII Jombang Wetan mengadakan kegiatan munaqosah sebagai bahan refleksi dan evaluasi atas program pembelajaran dan pembinaan generus.
“Alhamdulillah, kami di bulan Juni ini melaksanakan kegiatan munaqosah. Kegiatan ini merupakan agenda wajib dari DPP LDII dan DPW LDII Banten sebagai bentuk keseriusan dalam mencetak dan membina generus menjadi generasi yang profesional religius dengan memiliki 29 karakter luhur,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi tolok ukur pembinaan generus LDII secara komprehensif. Sekaligus untuk mengawal pembinaan generus agar terarah dan terbina secara progresif dengan tertanamnya 29 karakter luhur yang profesional-religius.
Mengingat tema besar DPP LDII pada saat acara Rakernas (Rapat Kerja Nasional) bahwa LDII mendukung pemerintah Indonesia dalam mencetak anak-anak bangsa yang tidak hanya profesional saja, tetapi memiliki nilai religiusitas yang tinggi guna menyambut masa keemasan Indonesia di tahun 2045 mendatang.














