Tebo (24/7). PC LDII Tebo menggelar Pondok Pesantren Liburan Sekolah di Masjid Anfa’unnas, Desa Purwodadi, Kabupaten Tebo, pada 22–23 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mencetak Generus yang Memiliki 29 Karakter Luhur”.
Sebanyak 56 peserta dari jenjang SMP hingga SMA mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembinaan agama dan karakter selama masa liburan sekolah.
Pembina kegiatan, Puger Wirawan, mengatakan generasi penerus perlu dibiasakan mandiri sejak dini. Menurutnya, kemandirian dapat dilatih melalui kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Generus LDII harus bisa mandiri sejak dini dengan cara melakukan hal-hal kecil, seperti membantu orang tua di rumah, membantu ibu memasak, atau membantu ayah bekerja saat masa libur sekolah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat sejumlah materi, mulai dari kajian Al-Qur’an, tata krama, penerapan 29 karakter luhur, hingga nasihat pembinaan dari Dewan Penasihat dan Sekretaris DPD LDII Kabupaten Tebo.
Selain kemandirian, Ia juga menekankan pentingnya menjaga tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generus perlu dibiasakan berbicara sopan, menghormati orang tua dan guru, serta mampu menempatkan diri saat berada di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Ilmu agama yang dipelajari harus terlihat dalam sikap sehari-hari. Generus tidak cukup hanya pandai mengaji, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik, sopan santun, dan bisa menghargai orang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pondok pesantren liburan menjadi sarana agar peserta menggunakan waktu libur untuk hal yang bermanfaat. “Masa liburan jangan hanya diisi dengan bermain atau menggunakan gadget. Melalui kegiatan ini, anak-anak diarahkan agar tetap produktif, menambah ilmu, dan melatih kebiasaan baik,” katanya.
Ia juga berharap peserta tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai karakter luhur di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PC LDII Tebo berupaya membina generasi muda yang religius, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan zaman.














