Manokwari (26/7). PC LDII Distrik Prafi menggelar pengajian pagi bagi peserta didik usia PAUD, TK, dan SD di Masjid Baitul Izza, Papua Barat pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengisi masa liburan sekolah dengan pembinaan agama dan aktivitas edukatif.
Pengurus PC LDII Prafi, Ust. H. Nur Wahid, mengatakan pengajian caberawit atau tingkat PAUD hingga SD sebenarnya rutin dilaksanakan setiap sore. Namun, selama masa liburan sekolah, kegiatan dialihkan ke pagi hari.
“Pengajian caberawit ini sebenarnya sudah menjadi jadwal rutin setiap sore. Karena memasuki masa liburan, kegiatan kami alihkan ke pagi hari,” ujar Nur Wahid.
Ia menjelaskan, pengajian pagi dipilih agar anak-anak tetap memiliki kegiatan terarah selama liburan. Selain itu, cuaca sore di wilayah Prafi kerap turun hujan sehingga pelaksanaan pagi hari dinilai lebih efektif.
Menurut Nur Wahid, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mencegah anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Melalui pengajian, peserta didik diarahkan untuk belajar agama, berinteraksi dengan teman sebaya, dan membiasakan kegiatan positif.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, selain mencegah anak-anak dari pergaulan bebas, juga menambah pemahaman agama mereka sejak dini,” katanya.

Pengajian dipimpin Ust. Satria Abimanyu. Peserta mendapat materi hafalan doa, dalil, serta permainan edukatif bernuansa syar’i agar kegiatan belajar lebih mudah dipahami anak-anak.
Satria menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengarahkan anak-anak agar tetap memiliki aktivitas positif di tengah libur sekolah. Menurutnya, pelaksanaan pengajian pada pagi hari juga melatih anak-anak untuk bangun lebih awal dan mendapatkan suasana berbeda dalam belajar agama.
“Kegiatan ini dilaksanakan agar anak-anak tetap mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat. Dengan pengajian pagi, mereka bisa belajar bangun lebih awal, bermain dan bersosialisasi, sekaligus mendapatkan suasana baru saat mengaji,” ujar Satria.
Melalui pengajian liburan tersebut, PC LDII Prafi berharap peserta didik dapat mengisi waktu libur dengan kegiatan yang bermanfaat. Pembinaan ini juga diharapkan membentuk anak-anak yang religius, berakhlak baik, dan terbiasa belajar agama sejak usia dini.














