Manokwari (27/7). Sekretaris DPD LDII Kabupaten Manokwari, Hendri Irnawan Saputra, membuka Kegiatan Evaluasi Pencapaian Target Generus di Distrik Aimasi, pada Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta para guru mengaji. Evaluasi ini digelar untuk mengukur capaian pembelajaran dan pelaksanaan kurikulum pembinaan generasi penerus LDII.
Hendri mengatakan, evaluasi diperlukan agar target pembinaan dapat diketahui secara jelas. Menurutnya, generasi penerus perlu terus didorong untuk semangat belajar, disiplin, dan sungguh-sungguh dalam mengikuti pengajian.
“Adik-adik generasi penerus harus terus semangat belajar dan mengaji. Dengan kesungguhan dan kedisiplinan, insyaallah seluruh target kurikulum dapat terealisasi,” ujar Hendri.
Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman agama dan siap meneruskan dakwah di tengah masyarakat.
“Harapan kita, ke depan akan lahir mubaligh dan mubalighat yang mampu menjadi penerus dakwah serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada para guru mengaji yang selama ini membimbing generus dengan penuh keikhlasan. Ia meminta para pengajar tetap istikamah dan tidak bosan dalam mendampingi peserta didik.
“Guru mengaji memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus. Karena itu, tetaplah semangat dalam menyampaikan materi pembelajaran serta membimbing adik-adik kita dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan generus dipengaruhi oleh terlaksananya lima unsur pembinaan, salah satunya peran tenaga pendidik sebagai ujung tombak pembelajaran.
“Terkadang para guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam membangun suasana kelas, dan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga anak bisa memusatkan perhatiannya kepada guru atau mubaligh nya,” ucapnya.
Melalui sinergi antara generus, guru mengaji, orang tua, dan seluruh unsur pembinaan, LDII Manokwari berharap target kurikulum dapat tercapai secara optimal. Pembinaan tersebut diharapkan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan sukses dalam kehidupan dunia maupun akhirat. (Agus)














