Kerinci (8/8). DPD LDII Kabupaten Kerinci menerapkan konsep minim sampah pada pelaksanaan Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) 2026 di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kayu Aro. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mewajibkan setiap peserta menggunakan tumbler untuk mengurangi penggunaan gelas plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kerinci, Dapriyanto, menjelaskan Cinta Alam Indonesia tidak hanya bertujuan membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda, tetapi juga menanamkan tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.
“Melalui gerakan minim sampah ini, kami ingin membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. Langkah sederhana seperti menggunakan tumbler dan mengurangi sampah plastik akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten,” katanya.
Selain penggunaan tumbler, panitia juga mengajak peserta memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta menjaga kebersihan area perkemahan hingga kegiatan selesai.
Ketua Panitia, Rudiyanto, mengatakan gerakan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin peserta memahami bahwa menjaga lingkungan tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui tindakan nyata. Dengan membawa tumbler sendiri, penggunaan gelas plastik sekali pakai dapat dikurangi sehingga jumlah sampah selama kegiatan juga berkurang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembiasaan tersebut diharapkan terus dilakukan peserta setelah kegiatan berakhir, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Sementara itu, Wanhat LDII Kerinci, KH Sikun, mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. “Merawat alam adalah bagian dari amanah yang harus dijalankan setiap manusia. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibiasakan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui penerapan konsep minim sampah tersebut, LDII Kabupaten Kerinci berharap peserta membawa pulang kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.














