Batam (13/8). Sebanyak 160 mubaligh dan mubalighot LDII se-Kota Batam mengikuti pembekalan keagamaan yang diadakan DPD LDII Kota Batam. Kegiatan yang diadakan di Masjid Baitul Jannah, Patam, Sekupang, (26/7) ini bertujuan mendorong para pendakwah untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, keteladanan, dan kepedulian sosial.
Ketua LDII Batam, H. Rudi Budi Suhardi, mengatakan seorang mubaligh tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan. Pendakwah juga perlu memahami kondisi masyarakat agar dakwah yang disampaikan dapat diterima dan memberikan manfaat. “Seorang mubaligh tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga harus mampu membaca kondisi masyarakat. Dakwah harus hadir sebagai solusi, memberikan ketenangan, dan membantu umat menghadapi persoalan kehidupan. KIta berupaya menjalankan dakwah secara profesional dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat tantangan dakwah semakin kompleks. Karena itu, para mubaligh dan mubalighot perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar pesan agama dapat disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tetap menyejukkan.
“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, para pendakwah harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan tuntunan Al Quran dan Hadis. Sampaikan dengan cara yang bijak, santun, dan mudah diterima masyarakat,” katanya.
H. Rudi juga menekankan pentingnya keteladanan dalam berdakwah. Menurutnya, akhlak seorang pendakwah menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. “Dakwah akan lebih kuat ketika ilmu yang disampaikan juga terlihat dalam perilaku. Mubaligh harus menjadi contoh dalam ibadah, akhlak, komunikasi, serta kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Selain pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga mendorong para pendakwah memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, materi tentang infak perlu diiringi dengan pembiasaan membantu dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. “Infak jangan hanya dipahami sebagai materi yang disampaikan dalam pengajian, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian. Ketika kita terbiasa membantu dan memperhatikan orang lain, dakwah akan semakin terasa manfaatnya di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan kualitas dakwah LDII Batam sekaligus mendukung pembentukan sumber daya manusia yang profesional religius dan berkarakter luhur. “Kita harus terus belajar, meningkatkan kualitas diri, dan mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan serta memberikan manfaat nyata bagi umat. Dengan begitu, dakwah tidak berhenti pada ceramah, tetapi berlanjut dalam pengamalan,” pungkasnya. (TNH)














