Gresik (3/9). Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Gresik mendorong penguatan persatuan di tengah maraknya polarisasi dan penyebaran informasi di ruang digital. Hal itu dibahas dalam Dialog Kapolres Gresik bersama perwakilan BEM, organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, dan kelompok suporter, Jumat (14/8/2026).
Dialog yang digelar di Rupatama Sarja Arya Racana (SAR) Polres Gresik tersebut mengangkat tema ”Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital di Wilayah Kabupaten Gresik”.
Ketua LDII Kabupaten Gresik Khusnul Hamidi turut hadir dalam dialog tersebut. Menurutnya, derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
”Persatuan harus terus dirawat melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan kepedulian terhadap lingkungan. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat perlu bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi,” ujar Khusnul.
Ia mengatakan, informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman dan provokasi. Karena itu, masyarakat perlu bersikap kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi melalui media sosial.
Menurut Khusnul, semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak. Aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, komunitas, dan masyarakat luas perlu membangun komunikasi agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.
Khusnul juga menyatakan kesiapan LDII Gresik untuk bersinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kerukunan di Kabupaten Gresik.
”LDII Gresik siap bersinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta kerukunan di Kabupaten Gresik,” katanya.
Melalui komunikasi dan sinergi lintas elemen, masyarakat diharapkan mampu menjaga persatuan sekaligus menghadapi tantangan polarisasi di ruang digital. Dengan demikian, perbedaan tetap dapat menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Gresik aman, harmonis, dan kondusif.














