Muaro Jambi (12/9). Sebanyak 65 generasi penerus (generus) LDII Kecamatan Jambi Timur mengikuti perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang digelar PC LDII Kecamatan Jambi Timur. Kegiatan yang berlangsung di Taman Alam Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi, (29–30/8/2026) itu menjadi sarana pembinaan generus di usia sekolah menengah atas hingga usia nikah melalui aktivitas di alam terbuka.
Ketua Pelaksana Perkemahan CAI ke-47 PC LDII Jambi Timur, Ust. Rihan Fata, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada generus dalam belajar mandiri, bekerja sama, dan membangun karakter melalui suasana di luar lingkungan pesantren atau sekolah.
“Melalui perkemahan ini, kami ingin memberikan pengalaman kepada generus untuk belajar mandiri, saling bekerja sama, sekaligus membangun karakter yang baik. Suasana alam terbuka diharapkan membuat materi pembinaan lebih mudah diterima dan memberikan kesan tersendiri bagi peserta,” ujar Rihan.
Selama kegiatan, peserta mengikuti pembinaan generasi penerus, forum group discussion (FGD), dan pembinaan karakter. Dalam sesi FGD, peserta berdiskusi serta menyampaikan pandangan dan pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pembina PC LDII Jambi Timur, Sukat, mengatakan pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai bentuk kegiatan. Menurutnya, aktivitas di alam terbuka dapat menjadi sarana untuk melatih tanggung jawab, disiplin, kekompakan, dan kepedulian.
“Generasi muda perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga karakter dan kemampuan menghadapi kehidupan. Kegiatan seperti CAI menjadi salah satu sarana untuk melatih mereka agar lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan orang lain,” terangnya.
Ketua PC LDII Jambi Timur, Yan Az, berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembentukan karakter membutuhkan proses dan pembiasaan.
“Harapannya, peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman tentang kegiatan di alam, tetapi juga membawa nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter yang baik harus dibangun melalui proses dan pembiasaan,” tutup Yan.














