Surabaya (17/9). Jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur menggelar silaturahmi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur pada Rabu (9/9/2026). Pertemuan tersebut membahas dukungan untuk memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jawa Timur.
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Akhmad Malik Afandi menyampaikan bahwa LDII siap mendukung program CKG dengan memanfaatkan jaringan organisasi yang tersebar di kabupaten dan kota.
“Kami ingin membantu pemerintah agar program Cek Kesehatan Gratis dapat menjangkau masyarakat secara maksimal di Jawa Timur. LDII memiliki jaringan pengurus di kabupaten dan kota, pondok pesantren, serta sekolah yang bisa digerakkan untuk mendukung program ini,” ujar Akhmad.
Ia menambahkan, LDII akan memanfaatkan momentum pengajian rutin untuk menggerakkan warga mengikuti CKG. Pemeriksaan kesehatan tersebut dijadwalkan berlangsung di masing-masing DPD LDII kabupaten dan kota.
“Peluncuran CKG dijadwalkan pada 13 September dan diikuti jajaran LDII kabupaten dan kota secara daring. Pemeriksaan ditargetkan menjangkau 500 hingga 1.000 peserta per daerah, atau sekitar 40.000 orang secara keseluruhan,” tambah Akhmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa dukungan dari organisasi masyarakat sangat penting untuk mengejar target cakupan pemeriksaan kesehatan tahun ini.
“Prinsipnya kami menyambut baik kerja sama ini. Target tahun ini adalah 45 persen dari total jumlah penduduk yang harus diperiksa, sementara per Agustus capaian baru sekitar 38,3 persen,” kata Erwin.
Menurutnya, pelaksanaan CKG pada 2026 dikembangkan menggunakan pendekatan berbasis komunitas di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk tahap awal, kelompok dewasa dan lanjut usia dapat menjadi prioritas pemeriksaan.
Ia juga menekankan pentingnya pengawalan pascapemeriksaan agar masyarakat yang terindikasi memiliki masalah kesehatan dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengikuti skrining kesehatan, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.















