Tebo (22/9). Pemerintah Desa Sungai Jernih menggelar Salat Istisqa di lapangan bola Desa Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar masyarakat memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Muara Tabir dan sekitarnya.
Imam sekaligus khatib Salat Istisqa, KH Ikhsan Waluyo, mengatakan pelaksanaan salat tersebut merupakan bentuk ikhtiar dan penghambaan kepada Allah SWT ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air.
“Tujuan utama pelaksanaan Salat Istisqa adalah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah musim kemarau, kekeringan, atau krisis air bersih. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita agar Allah menurunkan hujan,” ujar Ikhsan.
Ia juga mengajak jamaah tetap bersabar dan menyerahkan hasil dari doa serta ikhtiar tersebut kepada Allah SWT. Menurutnya, masyarakat tetap perlu berdoa dan berusaha meskipun hujan belum turun dalam waktu dekat.
“Semoga doa-doa kita diijabah Allah SWT. Jika hujan segera turun, jangan sampai kita menjadi takabur. Apabila beberapa hari ke depan hujan belum juga turun, kita harus tetap bersabar. Tugas kita adalah terus beribadah, berdoa, dan berikhtiar kepada-Nya,” katanya.
Salat Istisqa diikuti aparat Pemerintah Desa Sungai Jernih, tokoh agama, masyarakat, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Warga LDII juga turut mengikuti pelaksanaan salat dan doa bersama tersebut.
Perwakilan Pondok Pesantren Darussalam dan masyarakat dari sekitar Desa Sungai Jernih turut hadir. Setelah salat, jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar kondisi kemarau segera berakhir dan kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi.
Melalui Salat Istisqa tersebut, Pemerintah Desa Sungai Jernih bersama masyarakat berupaya mengiringi langkah menghadapi musim kemarau dengan doa dan ikhtiar bersam














