Merangin (30/9). Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin menggelar edukasi dan koordinasi pencegahan stunting di Aula Desa Sungai Bulian, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh kader Posyandu, Puskesmas, Tim Penggerak PKK, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan LDII.
Kepala Puskesmas Tabir Timur mengatakan pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini dengan memperhatikan kesehatan dan reproduksi, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas kesehatan dan reproduksi untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran keluarga, kader, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. “LDII siap memberikan edukasi dan pembinaan bagi warganya guna menekan angka stunting dan mendukung ketahanan rumah tangga dengan membangun pola hidup sehat dari rumah,” jelasnya.
Tokoh LDII, Ust. Warsan Nurrohim, mengatakan LDII mendukung upaya edukasi kesehatan yang dilakukan pemerintah, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, serta tumbuh kembang anak.
“Pencegahan stunting perlu dilakukan bersama. Kami dari LDII siap ikut menyampaikan pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi, dan perhatian terhadap kesehatan ibu serta anak di lingkungan masyarakat,” ujar Warsan.
Ia menambahkan, materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan melalui kegiatan pembinaan warga agar informasi mengenai pencegahan stunting semakin luas diterima masyarakat.
Kegiatan mengusung tema “Pencegahan Stunting Sejak Dini” dan ditutup oleh Ustaz Warsan Nurrohim. Setelah kegiatan, peserta melanjutkan ramah tamah dan makan bersama.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah dan unsur masyarakat berupaya memperkuat koordinasi dalam pencegahan stunting di Kecamatan Tabir Timur.














