Jambi (5/10). SMA Tri Sukses Boarding School Kota Jambi menggelar SMATRISFES 2026 di kompleks Yayasan Tawakkal, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (30/9/2026). Kegiatan kokurikuler tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan bakat sekaligus mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.
Ketua Panitia SMATRISFES 2026, Tegar Alfianto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter siswa. “Kegiatan ini bukan hanya sebagai agenda biasa, tetapi merupakan bentuk kreativitas, sarana membentuk rasa percaya diri, dan ajang mempererat silaturahim antarsesama,” ujar Tegar.
SMATRISFES 2026 mengusung tema “HARMONIKA SMATRIS: Harmoni dalam Keberagaman, Kreativitas, dan Karya Bersama SMA Tri Sukses”. Perwakilan masing-masing kelas menampilkan berbagai pertunjukan, di antaranya pencak silat Persinas ASAD, seni ganda, tari adat Jambi yang dibawakan siswa laki-laki, paduan suara, serta sejumlah penampilan seni lainnya.
Pimpinan Ponpes KH. Fathurrosi mengapresiasi keberanian dan kreativitas yang ditampilkan para siswa. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat melatih kepercayaan diri, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. “Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Dari kegiatan seperti ini, mereka belajar percaya diri, bekerja sama, disiplin, sekaligus berani bertanggung jawab atas apa yang mereka tampilkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga sekolah perlu menyediakan ruang untuk menggali dan mengembangkannya. “Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, mereka perlu diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat mereka. Yang terpenting bukan hanya tampil, tetapi bagaimana mereka belajar berproses, bekerja sama, dan memberikan yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Tawakkal Jambi, Ali Mustofa, menilai pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan kegiatan kreatif perlu berjalan beriringan. Pengalaman yang diperoleh melalui berbagai kegiatan sekolah, menurutnya, dapat menjadi bekal bagi siswa untuk tumbuh mandiri dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pembina Yayasan Tawakkal Nur Hamid Hadi, Pinisepuh Pondok KH. Fathurrosi, serta Ketua Pondok Pesantren Tawakkal Jambi Ali Mustofa. Mereka memberikan dukungan terhadap kegiatan yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi di luar pembelajaran akademik.















