Palembang (7/10). Siswi SMA Aziziah Palembang mengikuti pengajian mengenai thaharah dan birrul walidain di Masjid Al-Fatah, Kenten, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Ponpes Minhajurrosyidin, Qoyyimah dan Hermawati.
Qoyyimah membahas pemahaman mengenai darah haid dan istihadhah serta kaitannya dengan pelaksanaan ibadah bagi perempuan. Ia mengingatkan para siswi agar memahami ketentuan taharah dengan baik.
“Perempuan harus benar-benar memahami haid karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah. Masih ada yang bingung membedakan darah haid dan istihadhah,” ujar Qoyyimah.
Dalam penjelasannya, Qoyyimah menyampaikan sejumlah ciri yang dapat digunakan untuk membedakan darah haid dan istihadhah. Ia juga membahas ketentuan mengenai najis serta cara menjaga kesucian sebelum melaksanakan ibadah.
Menurutnya, pemahaman mengenai taharah penting diberikan sejak remaja agar para siswi dapat menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan yang dipelajari.
Sementara itu, Hermawati memberikan nasihat tentang semangat menuntut ilmu dan berbakti kepada orang tua atau birrul walidain.
“Ada empat perkara yang dapat dikerjakan untuk mendapatkan pahala, yaitu mengajar, belajar, mendengarkan, dan senang terhadap kegiatan mencari ilmu,” ujar Hermawati.
Ia juga mengingatkan para siswi untuk menghormati dan membantu orang tua serta senantiasa mendoakan mereka.
“Doa orang tua sangat penting bagi anak. Karena itu, generasi muda perlu menjaga birrul walidain dan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada orang tua,” katanya.
Hermawati menyebut beberapa sikap yang perlu dibiasakan pada seorang anak, antara lain menaati dan berbakti kepada orang tua, berusaha menyenangkan hati mereka, mendoakan, membantu meringankan beban, serta menerima keadaan orang tua.
Melalui pengajian tersebut, para siswi mendapat pembekalan mengenai taharah sekaligus pembinaan karakter agar meningkatkan semangat menuntut ilmu dan menjaga hubungan baik dengan orang tua.














