Merangin (13/10). DPD LDII Kabupaten Merangin menggelar pelatihan Bermain, Bercerita, dan Menyanyi (BCM) bagi 50 mubaligh dan mubaligah di Masjid Ulul Albab, Desa Sungai Udang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengajar dalam menyampaikan materi agama kepada anak-anak melalui metode pembelajaran yang kreatif dan interaktif.
Wakil Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Merangin, Sigit Efendi, mengatakan peningkatan kemampuan para mubaligh dan mubaligah diperlukan untuk mendukung pembinaan generasi muda sejak dini. Menurutnya, metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak dapat membantu menanamkan pemahaman agama dan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, semua ustaz dan ustazah semakin bersemangat dalam membina generasi muda untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Generasi yang kita siapkan hari ini harus memiliki bekal ilmu agama, akhlak mulia, dan karakter luhur agar kelak menjadi generasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa,” ujar Sigit.
Ia juga mendorong para peserta untuk menerapkan metode BCM secara berkelanjutan dalam kegiatan pengajian di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pembinaan anak-anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Dalam pelatihan tersebut, DPD LDII Merangin menghadirkan dua pemateri, yakni Ustaz Arif Kurniawan dan Ustaz Andi Alfian. Keduanya memberikan pembekalan mengenai penggunaan permainan edukatif, cerita yang mengandung pesan moral, serta nyanyian sebagai sarana pembelajaran agama.
Melalui metode BCM, peserta diajak mengembangkan variasi penyampaian materi agar kegiatan pengajian tidak hanya berpusat pada ceramah, tetapi juga melibatkan anak-anak secara aktif dalam proses pembelajaran.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 27 peserta pria dan 23 peserta wanita. Selain menerima materi, para peserta juga mempraktikkan metode pembelajaran yang disampaikan oleh pemateri.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Merangin mendorong peningkatan keterampilan mubaligh dan mubaligah dalam membina generasi muda, terutama untuk menanamkan pemahaman agama dan karakter luhur sejak usia dini.














