Magelang (14/10). Tiga santri TPQ Al Fatah, Klatak, Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, meraih penghargaan dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) XXVII tingkat Kecamatan Dukun 2026. Mereka mengikuti tiga cabang lomba berbeda di Balai Desa Banyubiru pada 30 September 2026.
Ketiga santri tersebut ialah Quinzy Shirin Naqila, Khumaira Khoirunisa, dan Mulaikah Hanum Budiawan. Quinzy meraih Juara Harapan I cabang Seni Khat Al-Qur’an sebagai siswa SD Negeri Banyubiru 2. Khumaira memperoleh Juara Harapan I cabang Cerita Islami dan bersekolah di SD Negeri Banyudono 2. Adapun Mulaikah meraih Juara I cabang Rebana sebagai siswa SD Negeri Banyubiru 2.
MAPSI XXVII mempertemukan peserta didik sekolah dasar se-Kecamatan Dukun. Ajang ini mencakup bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami. Para peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan melalui berbagai cabang perlombaan.
Pembina TPQ Al Fatah Klatak, Banyudono, Shodiq Ismanto, mengapresiasi pencapaian ketiga santri tersebut. Ia menyebut proses belajar, latihan, bimbingan pembina, serta dukungan orang tua turut berperan dalam persiapan peserta.
“Kami bersyukur atas pencapaian anak-anak. Hasil ini menjadi bagian dari proses belajar yang perlu terus dilanjutkan. Kami ingin mereka semakin percaya diri, tekun berlatih, dan berani mengembangkan kemampuan di bidang yang mereka sukai,” ujar Shodiq.
Menurut dia, keikutsertaan dalam MAPSI tidak hanya berorientasi pada perolehan juara. Pengalaman mengikuti perlombaan juga membantu santri mengenali potensi, melatih keberanian tampil, dan belajar menghargai peserta lain.

Shodiq juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang mendukung keikutsertaan para santri. Ia menilai kerja sama antara TPQ, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk mendampingi perkembangan anak, baik dalam pendidikan agama maupun pengembangan bakat.
“Dukungan sekolah dan orang tua sangat membantu anak-anak menjalani proses latihan. Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini terus terjaga agar santri memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dan mengikuti perlombaan sesuai kemampuannya,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang, Gunawan Budi Sulistiyo, turut memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui pendidikan agama dan pengembangan keterampilan. Ia berharap capaian para santri dapat mendorong peserta didik lain untuk terus belajar serta mengasah kemampuan sejak usia dini.
Menurut Gunawan, pembinaan anak perlu berjalan secara berkelanjutan melalui pendampingan di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Pengembangan kemampuan keagamaan dan seni dapat menjadi bagian dari proses membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak baik.














