PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Bertutur Kata yang Baik sebagai Fondasi Akhlakul Karimah

in Opini
403
0
Bertutur Kata yang Baik sebagai Fondasi Akhlakul Karimah
560
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi*)

Suatu pagi yang damai dengan suasana pedesaan yang asri, saya berkesempatan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Hakim di Dusun Kaliawen, Kediri. Pondok ini diasuh oleh KH. Lukman Hakim, yang akrab disapa Gus Luk. Ada sesuatu yang menarik perhatian saya sejak awal: seluruh santri, guru, hingga pengurus pondok terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Jawa halus—bukan hanya dalam acara formal, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari. Bahkan Gus Luk sendiri, dalam menyapa, menasihati, atau berinteraksi, tetap menjaga kesantunan tutur dalam bahasa halus.

Padahal, santri-santri di sana datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari mancanegara seperti Malaysia dan Australia. Namun, semua dibiasakan untuk berbicara dengan tata krama bahasa yang halus. Bagi saya, ini bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi sebuah metode pembentukan karakter yang efektif, karena bahasa, sejatinya, bukan hanya alat komunikasi, melainkan jendela ke dalam jiwa.

Bahasa membentuk rasa. Semakin halus bahasa yang digunakan, semakin lembut rasa yang terbentuk. Dari rasa yang lembut inilah akan tumbuh perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah. Sebaliknya, ketika bahasa kehilangan kesantunan, rasa bisa menjadi tumpul. Dalam kehidupan kita hari ini, baik di dunia nyata maupun dunia maya, betapa sering kita menyaksikan luka hati hanya karena kata. Lidah tak bertulang, tapi tajamnya bisa menggores lebih dalam dari sembilu.

Islam sejak awal telah mengajarkan pentingnya menjaga lisan. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 70–71, Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosamu…” Ayat ini memberi pesan kuat: bicara yang baik bukan sekadar etika, melainkan ibadah yang menyempurnakan amal.

Pesan luhur ini sejalan dengan prinsip akhlakul karimah dalam pendidikan karakter generasi muda. Dalam program Tri Sukses Generasi Penerus dan pilar 29 karakter luhur yang diusung oleh LDII, bicara yang baik adalah bagian penting dari pembiasaan akhlak. Bahkan dalam lima syarat kerukunan, salah satunya adalah berkata yang baik dan tidak menyakiti. Ini menunjukkan bahwa harmoni dalam hidup bermula dari lisan yang terjaga.

Gus Luk dan pondok pesantren yang beliau asuh menunjukkan bahwa pembiasaan bahasa halus bisa menjadi jalan efektif dalam mendidik akhlak. Tidak hanya dengan nasihat dan mengaji, tetapi dengan keteladanan tutur yang konsisten. Santri belajar bukan hanya dari kitab, tapi dari keseharian. Dari sapaan yang lembut, dari nasihat yang santun, dari teguran yang tetap menjaga rasa.

Nabi Muhammad SAW pun memberi teladan sempurna dalam menjaga lisan. Beliau tak pernah berkata kasar, tak pernah menghina, dan selalu menggunakan kata-kata yang menentramkan. Bahkan saat dihadapkan pada caci maki atau kebodohan orang lain, beliau menjawab dengan kelembutan yang meneduhkan.

Di tengah arus komunikasi yang kian cepat dan kadang tidak manusiawi, kita rindu akan bahasa yang menyejukkan. Kita merindukan ruang-ruang di mana orang saling menyapa dengan rasa, bukan prasangka. Karena itu, mari kita mulai dari hal yang sederhana: membiasakan bicara yang baik, menjaga lisan, dan memilih kata-kata yang menguatkan.

Barangkali, dari satu kalimat yang santun, kita bisa memperhalus dunia.

Penulis:

Thonang Effendi

Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: bahasa dan akhlakul karimahThonang effendi

Related Posts

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more
Dakwah Ekologis: Jalan Baru Dakwah Islam Masa Depan
Opini

Dakwah Ekologis: Jalan Baru Dakwah Islam Masa Depan

by admin
December 8, 2025
0

Oleh Sudarsono dan Siham Afata* “Banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera Utara akhir November 2025 menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah...

Read more
ProKlim: Antara Papan Nama dan Aksi Nyata
Opini

ProKlim: Antara Papan Nama dan Aksi Nyata

by admin
December 8, 2025
0

Oleh Sudarsono dan Atus Syahbudin* “Perubahan iklim tak lagi jauh—ia sudah mengetuk pintu kampung-kampung kita. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai harapan,...

Read more
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Pentingnya Sinergi Ormas dan Negara

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Pentingnya Sinergi Ormas dan Negara

January 11, 2026
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

January 9, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In