Oleh Sudarsono
Bayangkan Anda sedang salat di masjid, tapi tidak sembarang masjid karena ruangan masjidnya benar-benar harum dan tidak apek; udaranya sejuk-segar dan tidak pengap; serta karpetnya tebal, minimal 2 cm, sehingga ketika diinjak dengan tekanan kaki kita, maka telapak kaki kita tidak membentur lantai marmernya karena disangga oleh karpetnya. Pokoknya, untuk lansia yang sudah 65 tahun atau lebih, meminjam istilah anak-anak muda sekarang, dibilang: “OK banget.” Apa ada masjid yang semacam itu?
Tentu adalah, kalau tidak ada nggak mungkin dibuat posting di ldii.or.id ini kan? Kalau ingin menikmati kondisi masjid yang dideskripsikan di atas, berikut tata caranya:
- Kontak travel agent kepercayaan anda, dan jadwalkan perjalanan, menyesuaikan dengan kesibukan kerjaan di kantor anda. Jangan lupa pilih destinasi Jakarta (CKG) ke Jeddah, plus kalau mau tiket kereta cepat Jeddah-Mekkah.
- Pada hari H, silakan datang ke CKG dan laksanakan penerbangan ke Jeddah, yang kira-kira makan waktu 10 jam-an. Dan lanjutkan dengan transportasi pilihan anda dari Jeddah ke Mekkah. Jangan lupa, ketika melewati Yalam-Lam, kenakan pakaian ihrom dan lafalkan niat umrohnya.
- Sampai di Mekah, silakan lanjutkan untuk ke Masjid Al-Harram, melaksanakan thowaf dan lanjut Sai Shofa – Marwah. Terakhir, lakukan tahallul untuk menyelesaikan pelaksanaan ibadah umrohnya.
- Nah, setelah selesai umroh dan anda punya waktu senggang untuk mengeksplorasi Masjid Al-Harram, silakan datang ke bangunan yang bertuliskan Second Saudi Extension atau and Third Saudi Extension. Lokasinya persis di depan hotel Klasik Dar Al Tawhid Intercontinental (untuk yang third Saudi Expansion), yang dari dulu sampai sekarang (2026) belum berubah.
- Silakan masuk ke bangunan tersebut (Second atau Third Expansion) dan pilih saja di lantai mana saja yang anda inginkan, yang penting pilih lokasi yang terbuka akses pintu masuknya. Begitu masuk, maka Anda akan disuguhi ruangan masjid yang luas, berbau harum dan tidak apek, udaranya sejuk-segar dan tidak pengap; serta karpetnya tebal, minimal 2 cm, sehingga ketika diinjak dengan tekanan kaki kita, maka telapak kaki kita tidak membentur lantai marmernya karena disangga oleh karpetnya. Persis seperti yang telah dideskripsikan sebelumnya, “Pokoknya OK banget.” Kalau ada di Second Saudi Extension, jika kita pas ambil posisi di hall-nya, kita masih bisa langsung melihat Baitullah dari tempat kita duduk. Kalau yang dari Third Saudi Expansion, sepertinya cukup jauh untuk bisa melihatnya.
- Silakan nikmati suasana di bagian dari Masjid Al-Harram tersebut untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Alloh SWT sebanyak-banyaknya, mumpung Anda sudah diberi kesempatan sampai di sana oleh Allah SWT. Siapa tahu, itu merupakan kesempatan terakhir untuk bisa sampai di Masjid Al-Harram.
Catatan: Langkah Point no. 1 – 4, hanya ditujukan bagi yang masih berada di Indonesia. Sedangkan bagi anda yang memang sudah ada di Mekkah, Saudi Arabia, maka silakan langsung saja lompat ke langkah Point no. 4 dan 5, nggak perlu mulai dari langkah no. 1, dengan terbang dulu ke Indonesia dan kembali lagi menuju Jeddah dan Mekkah. Salam Itikaf menuju Malam Qodar.














