Denpasar (27/3). Pemerintah Provinsi Bali secara resmi memulai Gerakan Bali Bersih Sampah serentak di seluruh kabupaten/kota, pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di kawasan pesisir, sungai, serta lingkungan permukiman di seluruh Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster memimpin warga dalam kegiatan kerja bakti yang dipusatkan di Pantai Padang Galak, Denpasar. Aksi ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku usaha, institusi pendidikan, komunitas masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, salah satunya warga LDII Provinsi Bali.
Gubernur I Wayan Koster, menegaskan permasalahan sampah kini telah menjadi isu yang tidak hanya berskala lokal, tetapi juga nasional hingga internasional. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali menggagas program Bali Bersih Sampah sebagai bagian dari visi pembangunan daerah.
“Permasalahan sampah sudah menjadi isu nasional, bahkan internasional. Pemerintah Provinsi Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru telah mencanangkan kegiatan Bali Bersih Sampah,” ujar Koster.

Ia juga menyampaikan gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. “Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kami diamanatkan untuk melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI yang melibatkan seluruh komponen masyarakat,” lanjutnya.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Bali turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemprov Bali. Wakil Ketua DPW LDII Bali, Muhammad Nur Andrieadi, menyampaikan warga LDII yang mengikuti bersih-bersih pantai di Pantai Padang Galak bersama warga masyarakat lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini terus digelar secara masif dan berkesinambungan untuk mengurangi dampak negatif akibat sampah, seperti banjir dan pencemaran lingkungan. Perlu kesadaran dan komitmen bersama untuk terus membudayakan hidup bersih melalui pengelolaan sampah yang baik,” ujar Andrieadi.








