PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten

in Opini
398
0
Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten

Ilustrasi guru yang sedang merapihkan kelas.

552
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Thonang Effendi*

Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi cermin hidup yang diam-diam diamati murid setiap hari. Mereka mungkin tidak selalu mengingat rumus, definisi, atau halaman buku yang diajarkan, tetapi mereka merekam dengan sangat jelas bagaimana guru bersikap, berbicara, bekerja, dan menghargai waktu.

Membayangkan sosok guru hebat, terbayang sosok sederhana seorang guru yang bisa menjadi panutan dan teladan. Guru sejatinya adalah titik awal dari semua keteladanan. Sebelum ia mengajarkan disiplin, ia harus lebih dulu disiplin. Sebelum ia mengajarkan kesopanan, ia harus lebih dulu sopan. Sebelum ia menuntut murid berperilaku baik, ia harus lebih dulu menghayati kebaikan itu dalam langkahnya sendiri.

Murid-murid belajar bukan dari kata-kata, melainkan dari kehadiran guru yang berkarakter. Sebagian besar pendidikan sesungguhnya terjadi dalam diam—dari perilaku kecil guru yang terlihat sederhana, namun justru membentuk fondasi moral generasi bangsa.

Saya teringat seorang kawan seperjuangan saat kuliah yang kini mengabdikan diri menjadi seorang guru di sebuah sekolah di kota santri Jawa Timur. Sosok sederhana yang dihormati oleh sesama guru dan murid-muridnya, Pak Duduh biasa murid-muridnya memanggil.

Setiap pagi, saat mengajar jam pertama, setelah apel guru, Pak Duduh sudah berdiri di depan kelasnya. Jam dinding di ruang guru belum menunjukkan pukul tujuh, tetapi ia telah merapikan ruang belajar, membuka jendela, dan menata napasnya sebelum anak-anak datang. Ketika langkah-langkah kecil mulai terdengar di lorong sekolah, Pak Duduh tersenyum menyambut murid pertama yang tiba. Satu per satu, mereka menyalami tangan gurunya dengan sopan, lalu mempersilakan diri masuk kelas. Kebiasaan sederhana itu membuat pagi di sekolah terasa lebih teduh, rapi, dan penuh makna.

Kebiasaan itu lahir dari keyakinan: keteladanan dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan konsistensi. Dalam keseharian seperti inilah karakter murid perlahan dibentuk—bukan melalui ceramah panjang, tetapi melalui contoh nyata yang mereka saksikan setiap hari.

Pada Hari Guru Nasional 2025 ini, tema yang diangkat adalah “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Tema tersebut mengingatkan kita bahwa kekuatan bangsa tidak hanya dibangun oleh strategi besar dan kebijakan pendidikan, tetapi juga oleh keteguhan pribadi para guru menjalani kebiasaan kecil yang konsisten bagi murid-muridnya. Guru hebat bukan selalu mereka yang paling cerdas, paling fasih berbicara, atau paling banyak meraih penghargaan; melainkan mereka yang kehadirannya menjadi sumber disiplin, ketenangan, dan arah bagi murid-muridnya.

Hal itu pernah menjadi gagasan besar H.O.S. Tjokroaminoto, salah satu pemikir bangsa. Ia berkata, “Barang siapa ingin menjadi pemimpin besar, jadilah guru.” Di dalam pandangannya, seorang guru adalah pemimpin moral. Ia bukan hanya mengajar, tetapi menuntun; bukan hanya menerangkan, tetapi menerangi jalan. Tjokroaminoto meyakini bahwa keteladanan guru adalah fondasi kepemimpinan yang sejati—pemimpin yang mendahulukan laku sebelum kata-kata.

Sejalan dengan itu, Ki Hadjar Dewantara memberikan kerangka yang lebih filosofis dan mendalam. Ing ngarso sung tulodho. Di depan memberi teladan—seperti Pak Duduh yang menanti murid-muridnya di pagi hari. Ing madya mangun karso. Di tengah membangun semangat—seperti cara guru membimbing kelas dengan kolektif hormat dan kekompakan.Tut wuri handayani. Di belakang memberikan dorongan—seperti guru yang tetap menjadi penopang semangat murid setelah jam sekolah berakhir.

Tiga prinsip itu menggambarkan siklus pembentukan karakter: sebelum, selama, dan setelah proses belajar mengajar. Karakter tidak dibatasi oleh jam pelajaran; ia melekat sepanjang hari, dan guru adalah pusat gravitasi dari semua proses itu.

Dalam konteks pembentukan karakter murid, konsep “guru digugu dan ditiru” menjadi semakin relevan. Guru dipercaya bukan karena jabatannya, melainkan karena integritas hidupnya. Guru ditiru bukan karena perintahnya, tetapi karena perilakunya mencerminkan nilai-nilai yang ia ajarkan. Dalam masyarakat yang terus berubah, keteladanan semacam ini menjadi pegangan yang semakin langka, tetapi justru semakin dibutuhkan.

Di lingkungan pendidikan karakter yang dikembangkan oleh LDII, dikenal gagasan tentang 29 karakter luhur, yang mencakup enam thobiat luhur: jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Guru yang konsisten mempraktikkan karakter-karakter ini dalam keseharian sebenarnya sedang mengajarkan murid tanpa kata-kata. Ia sedang menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga matang secara moral.

Sederhana saja: ketika guru datang tepat waktu, murid belajar menghargai waktu. Ketika guru menyapa ramah, murid belajar menghargai sesama. Ketika guru tenang menghadapi masalah, murid belajar cara mengelola emosi. Ketika guru adil, murid belajar menghormati perbedaan. Keteladanan adalah kurikulum yang tak tertulis, tetapi paling membekas.

Di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan kemajuan sumber belajar digital, kehadiran guru tetap tidak tergantikan. AI bisa menjawab soal, namun tidak dapat memeluk kegelisahan murid. Platform digital bisa menjelaskan konsep, tetapi tidak dapat mengajarkan keteguhan hati. Hanya manusia yang bisa menularkan karakter kepada manusia lain. Itulah mengapa pendidikan karakter tidak pernah bisa digantikan teknologi.

Maka, guru dituntut bukan hanya menguasai materi ajar, tetapi juga menguasai diri. Gurulah yang memberi contoh bagaimana disiplin di rumah sebelum berangkat sekolah, bagaimana menjaga etika sepanjang proses belajar, dan bagaimana memelihara tanggung jawab setelah pulang. Ketika guru konsisten menjalani kebiasaan kecil yang baik, karakter murid tumbuh secara alami.

Pada akhirnya, Indonesia yang kuat berawal dari ruang-ruang kelas yang tenang, dari pintu sekolah yang dibuka pagi-pagi oleh guru yang penuh kesadaran, dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang diulang hingga menjadi budaya. Guru hebat lahir bukan dari panggung besar, tetapi dari kesunyian tindakan kecil yang dilakukan setiap hari.

Selamat Hari Guru, 25 November 2025.

Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten.

Guru Hebat, Indonesia Kuat.

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Guru HebatKebiasaan Kecil KonsistenThonang effendi

Related Posts

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more
Dakwah Ekologis: Jalan Baru Dakwah Islam Masa Depan
Opini

Dakwah Ekologis: Jalan Baru Dakwah Islam Masa Depan

by admin
December 8, 2025
0

Oleh Sudarsono dan Siham Afata* “Banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera Utara akhir November 2025 menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah...

Read more
ProKlim: Antara Papan Nama dan Aksi Nyata
Opini

ProKlim: Antara Papan Nama dan Aksi Nyata

by admin
December 8, 2025
0

Oleh Sudarsono dan Atus Syahbudin* “Perubahan iklim tak lagi jauh—ia sudah mengetuk pintu kampung-kampung kita. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai harapan,...

Read more

Trending

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Pentingnya Sinergi Ormas dan Negara
Berita Daerah

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Pentingnya Sinergi Ormas dan Negara

7 hours ago
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

2 days ago
Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Silaturahim dengan Rais Syuriyah PWNU Lampung
Lintas Daerah

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Silaturahim dengan Rais Syuriyah PWNU Lampung

2 days ago
Dukung Penguatan Moderasi Beragama, LDII Lampung Selatan Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag
Lintas Daerah

Dukung Penguatan Moderasi Beragama, LDII Lampung Selatan Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag

2 days ago
Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan
Headline

Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

2 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Pentingnya Sinergi Ormas dan Negara

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Pentingnya Sinergi Ormas dan Negara

January 11, 2026
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

January 9, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In