PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Keluarga Medan Latihan Pertama dan Utama

in Opini
381
0
Keluarga Medan Latihan Pertama dan Utama

Ilustrasi: Pinterest.

558
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi*)

Pagi yang dingin, saat matahari masih di bawah ufuk timur, lima belas menit sebelum adzan subuh dikumandangkan dua kakak beradik yang masih duduk di bangku SD sudah bangun tidur. “Dik, ayo segera persiapan ke masjid,” ajak sang kakak. “Iya Kak, Papa, Mama juga sudah menunggu,” jawab adik.

Mereka memulai rutinitas pagi, ke kamar mandi dan persiapan salat subuh berjamaah di masjid bersama kedua orangtua serta dua kakaknya yang sudah kuliah. Di masjid mereka bertemu dengan jamaah salat subuh. Mereka uluk salam, menyapa dan berjabat tangan kepada orang dewasa dengan mencium tangannya.

Setelah salat subuh satu keluarga olahraga pagi bersama. “Ayo, anak-anak kita jalan pagi, menikmati udara pagi yang sejuk,” ajak Ayah. “Oke, Papa, kita nikmati pagi ini,” Jawab mereka serempak dengan semangat. “Alhamdulillah, pagi yang indah, lihat Kak, matahari mulai bersinar,” kata adik. Sang kakak menjawab, “Iya Dik, Alhamdulillah, sinar matahari yang menyehatkan”.

Mereka jogging di sekitar rumah. Selesai olahraga, anggota keluarga melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Ayah persiapan masuk kerja, kakak persiapan masuk kuliah, adik-adik yang SD persiapan masuk sekolah dan ibu mempersiapkan sarapan sehat dan bergizi untuk keluarga.

Malam sebelumnya dua kakak beradik yang masih duduk di bangku SD tersebut sudah mengerjakan PR, belajar materi pelajaran besok, mempersiapkan buku, seragam dan sepatu sekolahnya. Setelah itu mereka bersih-bersih dan gosok gigi. Kemudian mereka tidur. Seperti biasa mereka tidur pukul sembilan malam dan bangun pukul setengah lima pagi.

Dari peristiwa sederhana itu, kita menyaksikan bagaimana tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat bisa dilaksanakan dan konsisten dalam keseharian di rumah. Bahwa tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat bukan sekadar lirik yang dinyanyikan dalam kelas, tapi gema nilai yang menuntun laku setiap hari, dalam kebiasaan sehari-hari dalam keluarga di rumah.

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah inisiatif dari Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui tujuh kebiasaan utama. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Gerakan ini bertujuan untuk membangun generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, bertanggung jawab sosial, dan peduli terhadap lingkungan. Namun, sebaik apa pun kebijakan, keluarga tetap menjadi medan latihan pertama dan utama. Di sinilah kebiasaan itu diperkenalkan, dicontohkan, dan diulang hingga menjadi karakter.

Anak-anak meniru dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Ketika orang tua dan saudara yang lebih tua membiasakan diri bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, anak akan belajar disiplin dan menghargai usaha untuk konsisten melakukan sesuatu hingga menjadi kebiasaan.

Keluarga perlu memberikan dukungan dan bimbingan dalam menerapkan tujuh kebiasaan tersebut dengan membantu anak mempersiapkan sarapan sehat dan bergizi, mengajak berolahraga, mengkondisikan beribadah dengan tertib, dan menyediakan waktu untuk belajar. Keluarga menciptakan lingkungan rumah yang harmonis dan kondusif untuk pengembangan kebiasaan positif dengan menyediakan buku-buku yang menarik, menciptakan suasana belajar yang nyaman, dan memfasilitasi kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting untuk menciptakan hubungan yang kuat dan mendukung pertumbuhan karakter anak. Peran ayah dan Ibu sama pentingnya dalam mendukung rutinitas dan pembentukan kebiasaan positif pada anak. Pendekatan yang ramah anak dan tidak memaksa, namun penuh kasih sayang dan penerimaan, akan membantu anak lebih mudah menerima nilai-nilai kebaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini selaras dengan program pembinaan anak yang dikembangkan LDII yaitu anak yang memiliki 29 karakter luhur yang salah satu pilarnya tri sukses; akhlakul karimah, alim-fakhih dan mandiri. Sejak usia dini anak sudah dibina untuk memiliki karakter luhur dan mampu mempraktikkannya baik di rumah, sekolah, masjid dan di tengah-tengah masyarakat.

Tentu, di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan digital, mendidik anak bukan perkara mudah. Namun, kuncinya tetap ada pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Tantangan hari ini adalah bagaimana keluarga menciptakan suasana agar tujuh kebiasaan dan 29 karakter luhur bisa dijalani anak dengan riang—seperti ia bermain permainan favoritnya. Tanpa paksaan dengan penuh kesadaran dan mengetahui dengan pasti apa yang mereka kerjakan.

Akhirnya, kita perlu merenung: sudahkah keluarga kita menjadi taman tempat tujuh kebiasaan dan 29 karakter luhur itu tumbuh dan berbunga? Sudahkah rumah kita menjadi ruang yang aman, hangat, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar menjadi hebat, tidak hanya di atas kertas, tetapi juga dalam kehidupan nyata?

Jika belum, mungkin kita bisa mulai dari hari ini—dengan satu kebiasaan baik, satu percakapan hangat, dan satu contoh nyata. Karena karakter yang besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, setiap hari, di dalam rumah kita sendiri.

*Penulis:
Thonang Effendi
Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta

Tags: keluargaOpini

Related Posts

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Siti Nurannisa P.B.* Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela...

Read more
Ilustrasi Keluarga.
Opini

Baik Buruknya Keluarga

by admin
February 26, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah * Dalam timbangan Ilahi, suka dan duka, baik dan buruk, tak terelakkan lagi. Ia perputaran sunnatullah yang lama tertulis....

Read more
DPP LDII
Opini

Not In My Back Yard – Mengakhiri Bau Busuk Sampah dengan Solusi Membumi

by admin
February 20, 2026
0

Sudarsono* Di beberapa kota besar Indonesia, bau busuk sampah menjadi bagian dari keseharian yang mengganggu kualitas hidup jutaan orang. Dari Bantargebang hingga...

Read more
Penentuan Awal Bulan Hijriyah
Opini

Penentuan Awal Bulan Hijriyah

by admin
February 16, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah Bulan Hijriyah berpatokan pada Bulan (Lunar), berbeda dengan Masehi yang berpatokan pada matahari. Bulan Hijriyah dihitung berdasarkan satu kali...

Read more
LDII ramadan
Opini

Tiga Cara Sambut Ramadan

by admin
February 15, 2026
0

Oleh Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto Umat Islam sedang bersuka cita, karena Ramadan kembali menyapa مَرْحَبًا يَا رَمَضَان. Secara filosofis,...

Read more
Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more

Trending

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan
Berita Daerah

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan

15 hours ago
Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan
Berita Daerah

Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

16 hours ago
Wali Kota Kediri Ajak Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial pada Silaturahim Ramadan Ponpes Wali Barokah
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Ajak Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial pada Silaturahim Ramadan Ponpes Wali Barokah

16 hours ago
Ponpes Wali Barokah Kediri Berbagi Kebahagiaan Ramadan melalui Santunan Anak Yatim dan Paket Sembako
Berita Daerah

Ponpes Wali Barokah Kediri Berbagi Kebahagiaan Ramadan melalui Santunan Anak Yatim dan Paket Sembako

16 hours ago
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan
Headline

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan

March 12, 2026
Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

March 12, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In