PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

in Opini
397
0
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

Ilustrasi tumpukan sampah pasca perayaan tahun baru.

552
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Bambang Supriadi*

Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata niat menuju hari esok yang lebih baik. Dalam perspektif keimanan, pergantian waktu bukan sekadar perubahan angka di kalender, melainkan pengingat bahwa usia terus berkurang dan amanah sebagai khalifah di bumi terus berjalan.

Namun, dalam praktik kehidupan modern, makna pergantian tahun kerap bergeser. Malam tahun baru lebih sering dimaknai sebagai perayaan euforia dan hiburan semata. Tanpa disadari, cara merayakan waktu justru melahirkan persoalan baru, salah satunya adalah meningkatnya timbulan sampah yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pergantian Tahun dan Tantangan Sampah Nasional

Di banyak daerah, malam tahun baru dirayakan dengan kembang api, pesta makanan, dan keramaian di ruang publik. Di balik kemeriahan tersebut, persoalan lonjakan sampah hampir selalu mengikuti. Sampah plastik sekali pakai, botol minuman, sisa makanan, hingga atribut pesta menjadi pemandangan berulang setiap awal tahun.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara konsisten mencatat bahwa hari besar, libur panjang, dan perayaan massal merupakan penyumbang signifikan peningkatan timbulan sampah, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan wisata. Dalam salah satu pernyataannya, KLHK menegaskan bahwa pengendalian sampah paling efektif harus dimulai dari hulu, yakni perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi konsumsi dan membatasi penggunaan produk sekali pakai.

Data Membuktikan: Sampah Tahun Baru Terus Meningkat

Lonjakan sampah saat malam tahun baru bukan sekadar asumsi. Di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mencatat timbulan sampah malam tahun baru 2025 mencapai sekitar 132 ton dan berpotensi meningkat seiring bertambahnya titik keramaian.

Secara nasional, data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa timbulan sampah Indonesia mencapai puluhan juta ton per tahun, dengan sekitar 66 persen di antaranya belum terkelola secara optimal. Kondisi ini memperberat beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang sebagian besar masih menerapkan sistem open dumping. Fakta tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah adalah tantangan bersama yang tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan dan teknologi semata, melainkan membutuhkan perubahan perilaku kolektif.

LDII dan Pilihan Sadar Menyambut Tahun Baru

Di tengah arus perayaan yang cenderung konsumtif, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memilih jalan berbeda. Melalui pengajian akhir tahun, LDII menghadirkan alternatif kegiatan yang lebih bermakna, tertib, dan ramah lingkungan.

Pengajian akhir tahun tidak sekadar dimaknai sebagai rutinitas keagamaan, tetapi sebagai sarana muhasabah, evaluasi diri, penguatan nilai ibadah dan akhlak, sekaligus kontribusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah. Tanpa pesta berlebihan, tanpa trompet plastik, petasan, maupun konsumsi yang menghasilkan residu besar, kegiatan ini menjadi contoh bahwa perayaan tidak harus identik dengan pemborosan.

Pengajian Akhir Tahun dan Pengurangan Sampah dari Hulu

Jika ditelaah lebih jauh, pengajian akhir tahun LDII secara langsung menerapkan prinsip reduce dalam konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Praktik tersebut terlihat dari tidak digunakannya atribut pesta sekali pakai, konsumsi yang sederhana dan terkontrol, serta kedisiplinan jamaah dalam menjaga kebersihan lokasi kegiatan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa LDII tidak hanya berdakwah melalui lisan, tetapi juga melalui keteladanan perilaku (dakwah bil hal). Sampah tidak dikurangi setelah menumpuk, melainkan dicegah sejak awal. Pendekatan berbasis nilai dan komunitas semacam ini terbukti lebih efektif dalam mengubah perilaku dibandingkan pendekatan sanksi semata.

Nilai Keagamaan sebagai Fondasi Kepedulian Lingkungan

Prinsip menjaga lingkungan sejatinya sejalan dengan ajaran agama. Kerusakan lingkungan tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan teknologi, melainkan oleh cara pandang manusia terhadap alam. Ketika kesenangan sesaat ditempatkan di atas tanggung jawab, sampah menjadi konsekuensi logis. Sebaliknya, ketika perayaan dimaknai sebagai refleksi dan pengendalian diri, dampak lingkungan dapat ditekan.

Ajaran tentang manusia sebagai khalifah di bumi menegaskan bahwa merusak lingkungan berarti mengingkari amanah. Melalui pengajian akhir tahun, LDII menanamkan nilai kesederhanaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab ekologis kepada warganya secara konsisten.

Kontribusi LDII bagi Agenda Lingkungan Nasional

Apa yang dilakukan LDII sejalan dengan agenda nasional pengurangan sampah dari sumbernya. Dengan basis massa yang besar dan struktur organisasi yang rapi hingga tingkat bawah, LDII memiliki potensi strategis sebagai mitra pemerintah dalam edukasi dan pengendalian sampah berbasis komunitas.

Dalam konteks ini, peran Departemen Litbang, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) LDII menjadi sangat penting. LISDAL berfungsi sebagai penggerak kesadaran agar nilai-nilai keimanan tercermin dalam perilaku ramah lingkungan melalui edukasi, pembiasaan, dan keteladanan dalam setiap aktivitas warga.

Di tengah krisis sampah yang semakin nyata, Indonesia membutuhkan lebih banyak teladan, bukan sekadar imbauan. LDII menunjukkan bahwa perubahan perilaku itu mungkin dan dapat dimulai dari komunitas sendiri.

Pengajian akhir tahun bukan hanya memperkuat iman dan akhlak, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Masa depan yang bersih tidak lahir dari perayaan yang meriah, melainkan dari pilihan hidup yang sadar, disiplin, dan bertanggung jawab. Merayakan pergantian tahun tanpa mengorbankan bumi adalah pilihan yang nyata, dan LDII telah memulainya.

*) Bambang Supriadi adalah pengurus Biro Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPW LDII Nusa Tenggara Barat.

Tags: Bambang SupriadiLDII Nusa Tenggara BaratTangani Sampah

Related Posts

Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more
Dakwah Ekologis: Jalan Baru Dakwah Islam Masa Depan
Opini

Dakwah Ekologis: Jalan Baru Dakwah Islam Masa Depan

by admin
December 8, 2025
0

Oleh Sudarsono dan Siham Afata* “Banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera Utara akhir November 2025 menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah...

Read more
ProKlim: Antara Papan Nama dan Aksi Nyata
Opini

ProKlim: Antara Papan Nama dan Aksi Nyata

by admin
December 8, 2025
0

Oleh Sudarsono dan Atus Syahbudin* “Perubahan iklim tak lagi jauh—ia sudah mengetuk pintu kampung-kampung kita. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai harapan,...

Read more
Refleksi Hari Guru Nasional 2025: Indonesia Kuat Dimulai dari Guru Hebat
Opini

Refleksi Hari Guru Nasional 2025: Indonesia Kuat Dimulai dari Guru Hebat

by admin
November 26, 2025
0

Oleh Sudarsono* “Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa yang kuat jika guru masih dipandang komoditas. Lebih dari sekedar seremoni tahunan, Hari Guru...

Read more
Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten
Opini

Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten

by admin
November 26, 2025
0

Oleh Thonang Effendi* Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi cermin hidup yang diam-diam diamati murid setiap hari. Mereka mungkin tidak selalu mengingat...

Read more

Trending

LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Lintas Daerah

LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

21 hours ago
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

21 hours ago
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

21 hours ago
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

21 hours ago
Menatap 2026: Pendidikan, Karakter, dan Perbaikan Berkelanjutan
Uncategorized

Menatap 2026: Pendidikan, Karakter, dan Perbaikan Berkelanjutan

7 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

January 7, 2026
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

January 7, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In