PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Mudik Lebaran: Berbagi Kisah dari Perantauan

in Opini
380
0
Mudik Lebaran: Berbagi Kisah dari Perantauan

Ilustrasi: Pinterest.

556
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi*)

Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Ia adalah kisah rindu yang terbayar, kisah perjuangan yang diceritakan, dan kisah harapan yang terus menyala. Dari generasi ke generasi, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan perantau.

Tradisi mudik sudah ada sejak zaman kerajaan di Indonesia, bahkan sebelum Majapahit dan Mataram Islam. Kata “mudik” berasal dari bahasa Jawa, singkatan dari mulih dilik, yang berarti pulang sebentar ke kampung halaman. Dalam bahasa Melayu, “udik” berarti hulu atau ujung, mengacu pada kebiasaan masyarakat Melayu yang bermigrasi dari hilir ke hulu untuk bertemu sanak saudara.

Istilah mudik lebaran mulai populer pada tahun 1970-an ketika banyak penduduk desa merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta. Sejak saat itu, mudik menjadi ritual tahunan yang dinanti, di mana perjalanan bukan hanya soal fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk menyambung silaturrahim dan mengenang masa lalu.

Kisah Perantau: Dari Perjuangan hingga Keberhasilan

Setiap orang yang merantau memiliki dinamika kehidupan yang berbeda-beda. Hal ini tercermin dalam kisah-kisah yang dibagikan saat berkumpul di kampung halaman. Ada yang pulang dengan mobil baru, hasil kerja keras bertahun-tahun di perantauan. Ada yang dengan bangga menunjukkan foto rumah yang akhirnya bisa dibangun. Ada pula yang penuh haru karena ini adalah kepulangan pertama setelah bertahun-tahun hanya bisa mengirim kabar lewat telepon, WA dan video call.

Namun, tak semua kisah perantau tentang kemewahan. Ada yang pulang dengan perjuangan panjang, mengumpulkan sedikit demi sedikit dana agar bisa pulang kampung setelah bertahun-tahun merantau. Bahkan, ada yang akhirnya bisa pulang dengan keluarganya, membawa kebanggaan karena tak lagi menyanyikan lirik lagu Armada, “Pulang malu, tak pulang rindu.”

Berbagi Rezeki: Kebahagiaan yang Tak Ternilai

Mudik juga menjadi momen berbagi rezeki dengan sanak famili. Tradisi ini dikenal dalam masyarakat Jawa sebagai memberi “pitrah”, dengan nominal yang berbeda tergantung siapa yang diberi, orang tua, kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, atau tetangga dekat. Selain itu, ada juga kebiasaan membawa bingkisan atau parcel lebaran saat berkunjung. Biasanya, yang lebih muda datang berkunjung ke keluarga yang lebih tua atau dituakan.

Momen memberikan “pitrah” bukan sekadar tradisi. Ada perasaan bahagia dan bersyukur ketika tangan ini bisa memberi, ada binar kebanggaan di mata orang tua yang melihat dan mendengar cerita anaknya tumbuh sukses, dan ada harapan bahwa keberkahan ini akan terus mengalir. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Adh-Dhuha ayat 11: “Wa ammâ bini‘mati rabbika fa ḫaddits” yang artinya “Terhadap nikmat Tuhanmu, ceritakanlah.” Nyatakanlah nimat dengan bersyukur.

Kesuksesan yang Terus Berkembang

Di sisi lain, kesuksesan yang diraih saat ini tentu ingin terus ditingkatkan. Seperti prinsip Kaizen, hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Prinsip ini mendorong setiap perantau untuk melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement) dalam kehidupan mereka.

Mengutip perkataan Peter Drucker, Bapak Manajemen Modern, “If you can’t measure it, you can’t manage it.” Maka, setiap orang perlu menetapkan target sukses yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Goal setting harus direncanakan, dijalankan, dimonitoring, dan dievaluasi dengan cermat agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Di era teknologi saat ini, kemandirian finansial menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan spiritual. Semua aspek kehidupan membutuhkan biaya, dan di sinilah karakter kemandirian perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini selaras dengan konsep Tri Sukses, bagian dari 29 Karakter Luhur yang dikembangkan oleh LDII, khususnya sukses ketiga yaitu Mandiri. Setiap individu perlu memiliki keterampilan (skills) dan kecakapan hidup (life skills) agar mampu menghasilkan penghidupan yang cukup untuk menopang kehidupan dunia dan akhiratnya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani:“Ketika zaman akhir, maka tidak bisa tidak (pasti) bagi manusia memiliki dirham dan dinar untuk menegakkan agama dan dunianya.” Dalam konteks ini, kemandirian finansial adalah sebuah keniscayaan.

Mudik: Puncak dari Perjuangan yang Tak Terlihat

Ibarat gunung es, fenomena gebyar mudik Lebaran adalah puncak yang terlihat. Di dalamnya terdapat banyak perjuangan, pengorbanan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mengumpulkan dana yang cukup agar bisa pulang kampung dengan kepala tegak, senyum bahagia, dan penuh rasa percaya diri.

Sambil menikmati perjalanan sebelum sampai tujuan, ada pemudik yang sudah menyusun rencana kegiatan selama di kampung halaman. Bahkan, ada yang sudah merencanakan: tahun depan, kisah sukses apa yang bisa saya bagikan? Apa yang bisa saya bantu untuk sanak famili di kampung halaman?

Mudik bukan hanya perjalanan pulang. Ia adalah perjalanan hati, perjalanan harapan, dan perjalanan untuk berbagi. Tahun ini, kita berbagi kisah. Tahun depan, kisah sukses apa yang ingin kita ceritakan?

*) Thonang Effendi Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Related Posts

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more
Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan
Opini

Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan

by admin
January 12, 2026
0

Oleh Sudarsono* “Ketahanan pangan dapat dimulai dari desa, bahkan dari lahan yang selama ini dianggap kurang produktif – lahan gambut. Dari bawang...

Read more
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more

Trending

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI
Berita Daerah

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

10 hours ago
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”
Lintas Daerah

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

1 day ago
Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional
Berita Daerah

Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional

2 days ago
Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag

3 days ago
LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah
Lintas Daerah

LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

January 24, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

January 23, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In