PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Musyawarah: Jembatan Ilahiah dari Visi Langit Menuju Realita Bumi

in Opini
398
0
Musyawarah: Jembatan Ilahiah dari Visi Langit Menuju Realita Bumi

Ilustrasi: Pinterest.

552
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Budi Muhaeni

Kita seringkali berbicara tentang kepemimpinan sebagai seni mengarahkan, sebuah keahlian dalam menentukan tujuan dan menavigasi bahtera organisasi menuju pelabuhan impian. Dalam literatur ilmu kepemimpinan, tugas esensial seorang pemimpin adalah merumuskan visi, menjelaskannya dengan gamblang, meyakinkan setiap individu akan urgensinya, lalu bersama sama mengukir misi dan strategi untuk meraihnya. Namun, di balik kerangka teori yang tampak pragmatis itu, tidakkah kita merasakan adanya dimensi yang lebih agung, sebuah sentuhan spiritual yang tak terucapkan?

Secara alamiah, atau lebih tepatnya, melalui takdir (qadarullah) yang telah digariskan, seorang pemimpin sejati yang terpilih bukan semata hasil perhitungan manusia. Di sana, terselip izin dan campur tangan Ilahi. Seolah-olah, Allah SWT mengusap ubun-ubunnya, mengalirkan ilham dan hikmah dalam setiap langkah kepemimpinannya.

Melalui dirinya, visi—jalan-jalan ke depan yang masih samar—ditunjukkan, menjadi penerang bagi mereka yang dipimpinnya. Visi itu bukan sekadar cetak biru, melainkan sebuah percikan cahaya masa depan yang dianugerahkan. Namun, visi, selayaknya bintang di langit malam, begitu tinggi dan terkadang terlampau jauh untuk dipahami oleh semua mata.

Ia bicara tentang esok yang belum terjamah, tentang potensi yang belum terwujud. Tidak jarang, karena keagungannya, visi justru disalahpahami, bahkan tak luput dari cemoohan. Di sinilah letak ujian sesungguhnya bagi seorang pemimpin. Setelah merumuskan visi, tugas mulianya adalah menerjemahkan kompleksitasnya ke dalam bahasa yang lebih sederhana, membumikannya agar dapat dicerna dan diterima oleh setiap insan yang dipimpinnya, baik secara langsung maupun melalui jembatan para wakilnya. Bagaimana mungkin kita meraih bintang jika kaki tak berpijak di bumi?

Di sinilah musyawarah menemukan makna sejatinya. Jika visi adalah kompas yang menjaga arah dan menyalakan semangat yang tak pernah padam, sementara misi dan strategi adalah peta jalan besar perjuangan, maka musyawarah adalah denyut nadi yang menggerakkan langkah-langkah nyata.

Ia adalah ruang inklusif di mana ide-ide bersemi, perbedaan perspektif bertemu, dan keputusan bersama dirajut, bukan semata dari satu pikiran, melainkan dari kedalaman kolektif. Inilah yang diamanatkan dalam Al-Qur’an, sebuah seruan yang mulia bagi para pemimpin: “…dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

Ayat ini bukan sekadar perintah, melainkan sebuah petunjuk agung tentang bagaimana kepemimpinan seharusnya dijalankan—dengan melibatkan, mendengarkan, dan merangkul. Semakin mulia dan agung visi yang diusung, semakin besar pula tantangan dan upaya yang menuntut dedikasi.

Perjalanan menuju bintang tidaklah mudah; ia menuntut kesungguhan jiwa, semangat membara, perjuangan tanpa henti, pengorbanan ikhlas, kesabaran tak berbatas, dan jiwa optimistik yang tak gentar menghadapi badai. Sebuah perjalanan yang membutuhkan barisan pengawal yang tak pernah lelah, yaitu para pemimpin yang lahir di setiap generasi, yang terus menerus menghidupkan dan menyuburkan budaya musyawarah.

Sebab, musyawarah adalah mata air kebijaksanaan yang tak pernah kering. Sebagai makhluk hidup, kita memahami esensi dari bergerak, berubah, dan beradaptasi. Masa terus bergulir, zaman terus bergeser, dan generasi silih berganti. Kita diingatkan akan pepatah bijak, “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya.” Sebuah siklus abadi yang akan terus terjadi hingga akhir masa, selaras dengan kehendak Ilahi. Dalam perputaran ini, musyawarah adalah jangkar yang menjaga kearifan lintas generasi. Dalam setiap lingkaran musyawarah, setiap suara memiliki hak dan kewajiban untuk terlontar.

Setiap individu didorong untuk menyampaikan pendapatnya, sesuai ilmu, ilham, dan konteks zamannya. Inilah kemuliaan musyawarah: tidak ada usulan yang jelek, tidak ada gagasan yang sia-sia. Semua yang terlontar, sekecil apa pun, menjadi butiran pertimbangan bagi seorang pemimpin dalam merajut keputusan terbaik di masa itu. Di ruang musyawarah, tidak ada penyesalan atas keputusan yang diambil, tidak ada perasaan beban yang dipikul sendiri, atau keangkuhan yang merasa paling hebat. Semua telah berkontribusi sesuai hak dan kapasitasnya, melahirkan keputusan demi keputusan, menggerakkan kegiatan demi kegiatan, hingga pada akhirnya, sebuah cita-cita agung, sebuah visi yang tadinya hanya impian, perlahan namun pasti, menjelma menjadi kenyataan.

Sebuah hikmah kuno menegaskan keutamaan musyawarah: “Tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah, dan tidak akan rugi orang yang beristikharah (memohon pilihan terbaik kepada Allah).” Ini bukan sekadar pepatah, melainkan cerminan dari keyakinan bahwa dengan melibatkan akal dan hati banyak orang dalam pengambilan keputusan, risiko penyesalan akan berkurang drastis, dan jalan menuju keberhasilan menjadi lebih terang benderang.

Musyawarah, lebih dari sekadar prosedur, adalah cermin dari kebersamaan, perwujudan dari kepercayaan pada kolektif, dan pengakuan akan bahwa setiap insan adalah bagian tak terpisahkan dari visi besar yang diamanahkan. Ia adalah jembatan ilahiah yang menyambung visi dari langit ke realita bumi. (BM)

*Penulis adalah Dewan Penasihat DPD LDII Kota Balikpapan

Related Posts

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more
Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan
Opini

Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan

by admin
January 12, 2026
0

Oleh Sudarsono* “Ketahanan pangan dapat dimulai dari desa, bahkan dari lahan yang selama ini dianggap kurang produktif – lahan gambut. Dari bawang...

Read more
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more

Trending

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI
Berita Daerah

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

17 hours ago
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”
Lintas Daerah

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

1 day ago
Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional
Berita Daerah

Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional

3 days ago
Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag

3 days ago
LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah
Lintas Daerah

LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

January 24, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

January 23, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In