Semarang (17/3). Sebanyak 550 warga LDII Kota Semarang mengikuti kegiatan tarawih keliling di Aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Selasa, (24/2/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari putaran ketujuh program tarawih keliling yang digelar Pemerintah Kota Semarang selama Ramadan.
Ustaz LDII Kota Semarang, Mulyadi menyampaikan ceramah singkat setelah salat tarawih. Ia mengajak warga memanfaatkan Ramadan dengan menargetkan lima capaian ibadah. “Lima poin ini meliputi puasa Ramadan, salat tarawih, membaca Al Quran, meraih Lailatul Qadar, dan menunaikan zakat fitrah,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu. Ia mengutip Surat Al Baqarah ayat 183 sebagai pengingat tujuan puasa bagi umat Islam.
“Puasa itu amalan istimewa. Pahalanya langsung Allah yang membalas. Jadikanlah ini momen introspeksi diri agar setelah Ramadan, kita lebih taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan,” ujar Mulyadi.
Ia juga mengajak warga menghidupkan malam Ramadan melalui salat tarawih dan menjaga salat lima waktu. Menurut dia, ibadah yang dilakukan dengan keyakinan dan harapan pahala menjadi sarana memperbaiki diri.
Mulyadi kemudian mengingatkan pentingnya membaca Al Quran selama Ramadan. Ia mendorong warga LDII menargetkan khatam Alquran dengan membagi bacaan harian secara konsisten.
Ia juga menyinggung keutamaan Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1.000 bulan. Ia mengajak jamaah menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil, dengan salat, zikir, dan tilawah.
Pada bagian akhir ceramah, Mulyadi mengingatkan kewajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri. Besaran zakat fitrah setara satu sha’ bahan pokok atau sekitar 2,7 kilogram beras. “Kami juga mengingatkan kewajiban zakat mal bagi umat Islam yang telah memenuhi nisab dan haul,” tutupnya.








