Salatiga (22/10). Sekitar 70 pemuda dan pemudi LDII Salatiga mengikuti kegiatan Refreshing & Outbound di Kebun Teh Jamus, Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan ini menggabungkan permainan kelompok, wisata edukatif, dan diskusi.
Ketua DPD LDII Kota Salatiga, Siswarsono, mengatakan kegiatan bersama seperti ini perlu menjadi bagian dari pembinaan pemuda. Menurut dia, generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
“Pembinaan generasi penerus perlu dilakukan melalui kegiatan yang mendekatkan mereka satu sama lain. Pemuda perlu belajar menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan pandangan, dan menyelesaikan persoalan bersama. Kemampuan tersebut penting untuk mendukung peran mereka di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat,” ujar Siswarsono.
Ia menambahkan, pembinaan pemuda perlu memberi ruang bagi mereka untuk berinisiatif dan terlibat dalam penyusunan kegiatan. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga belajar mengambil peran, mengelola tanggung jawab, dan mengevaluasi hasil kegiatan.
“Pemuda perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan ide dan ikut menentukan kegiatan yang bermanfaat bagi teman-temannya. Dari proses itu, mereka bisa belajar memimpin, mendengarkan masukan, dan bekerja dalam tim. Kemampuan tersebut perlu dibangun secara bertahap melalui pengalaman langsung,” katanya.
Menurut Siswarsono, kegiatan rekreasi juga dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antara generasi muda dan para pembina. Kedekatan tersebut memudahkan komunikasi serta membantu pengurus memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pemuda dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembinaan keagamaan, pembentukan akhlak, dan pengembangan kemandirian. Kegiatan luar ruang dan diskusi kelompok dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali potensi peserta sekaligus melatih tanggung jawab.
Siswarsono berharap kegiatan serupa dapat mendorong pemuda lebih aktif dalam kegiatan positif dan pembinaan organisasi. Ia menilai keterlibatan generasi muda perlu diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik, mengembangkan kemampuan diri, dan berkontribusi di lingkungan masyarakat.
“Yang ingin dibangun bukan hanya kekompakan saat kegiatan berlangsung, melainkan juga kebiasaan bekerja sama setelah kegiatan selesai. Pemuda diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berorganisasi maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.














