PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Rimbawan dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

in Opini
384
0
Rimbawan dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

Ilustrasi: Pinterest.

556
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Gun Gun Hidayat *)

Hari Bakti Rimbawan (HBR) yang diperingati setiap 16 Maret memasuki usia yang ke-42. Waktu yang cukup panjang dan matang untuk sebuah perjalanan pengabdian, meskipun tidak terlepas dari dinamika pembangunan dan pemerintahan.

HBR ke-42 tahun 2025 ini menjadi momentum penting bagi para rimbawan, seiring dengan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memisahkan bidang kehutanan menjadi kementerian tersendiri, yaitu Kementerian Kehutanan.

Pemisahan ini dari Kementerian Lingkungan Hidup menandai fokus yang lebih spesifik dalam pengelolaan hutan, tanpa mengurangi sinergi dalam menjaga lingkungan hidup secara keseluruhan.

Dalam periode kabinet ini, Kementerian Kehutanan menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan Astacita nomor dua Presiden, yaitu ketahanan pangan, air, dan energi. Selain menjalankan tugas utamanya dalam pengelolaan hutan, Kementerian Kehutanan diharapkan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Melalui koordinasi Kemenko Pangan, isu-isu pangan, air, dan energi semakin relevan dengan peran kehutanan yang sejak dahulu menjadi sumber utama ketiga aspek tersebut. Namun, dengan Asta Cita nomor dua, kontribusi kehutanan harus lebih strategis, menjadikan hutan sebagai benteng pertahanan pangan, bukan sekadar sebagai sumber tambahan.

Para rimbawan, baik di pemerintahan, swasta, maupun komunitas masyarakat, memiliki peran krusial dalam meningkatkan pengelolaan hutan. Mereka dituntut untuk terus berkinerja dan berinovasi dengan visi bersama: Pembangunan tidak boleh berhenti, hutan harus lestari, dan masyarakat harus sejahtera.

Program Perhutanan Sosial dan multiusaha kehutanan yang telah berjalan dalam satu dekade terakhir perlu diperkuat melalui intensifikasi (peningkatan kualitas hasil dan keberhasilan tumbuh) serta ekstensifikasi (pemanfaatan kawasan hutan yang kurang produktif). Menteri Kehutanan menegaskan bahwa terdapat sekitar 20 juta hektare dari 120 juta hektare kawasan hutan, yang berpotensi dikembangkan dalam perhutanan sosial dengan berbagai pendekatan.

Selain itu, pemegang izin pengusahaan hutan (PPPH) dan pengelola hutan produksi lainnya dapat mengoptimalkan sumberdaya hutan untuk pangan, air, dan energi melalui skema multiusaha kehutanan. Komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat terlihat dalam berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan kapasitas rimbawan.

Pemerintah, melalui Kementerian Kehutanan, mengajak para stafnya untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan di bidang yang relevan. Sinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, dan BRIN juga diperkuat, termasuk dalam pengembangan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti porang, iles-iles, serta energi terbarukan dari malapari, jarak, dan nyamplung.

Selain di sektor hulu, para rimbawan juga didorong untuk memperluas peran ke sektor hilir melalui hilirisasi dan peningkatan daya saing produk kehutanan di pasar. Saat ini, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 untuk sub-sektor kehutanan masih didominasi oleh kegiatan hulu (upstream) dengan sebagian memasuki midstream berkat dukungan Permenhut No. 8 Tahun 2022.

Kebijakan ini memungkinkan pengelolaan hasil hutan secara terbatas di dalam kawasan hutan sebelum dikeluarkan dalam bentuk sortimen kayu yang lebih hilir. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi dan mempertahankan stok karbon dalam hutan. Pusat pengembangan pemanfaatan kawasan hutan serta komoditas kehutanan harus terus didorong untuk mendukung kinerja teknis eselon 1 dalam mengimplementasikan kebijakan.

Program peningkatan teknik pemanenan, efisiensi produksi, diverifikasi produk, serta perluasan pasar menjadi prioritas utama. Rimbawan masa kini tidak hanya lulusan kehutanan, tetapi juga siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan sektor kehutanan. Oleh karena itu, lulusan kehutanan diharapkan memiliki perspektif luas, mampu bekerja secara multi-tasking, dan fleksibel dalam menjalankan tugasnya.

Dalam konteks demokrasi yang semakin matang, tidak perlu ada kekhawatiran akan dominasi atau tindakan sepihak dalam pengelolaan sektor kehutanan. Prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi pegangan utama dalam setiap kebijakan. Berbagai mekanisme hukum seperti judicial review, ombudsman, class action, dan keterbukaan informasi publik tersedia sebagai alat kontrol yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak.

Melalui peringatan HBR ke-42 tahun 2025 ini, para rimbawan diajak untuk kembali meneguhkan visi dan misi mereka dalam konteks kebutuhan pembangunan nasional menuju Indonesia Maju 2045. Sekali lagi, pembangunan tidak boleh berhenti, hutan harus lestari, dan masyarakat harus sejahtera.

Selamat memperingati Hari Bakti Rimbawan. Salam Lestari!

*) Gun Gun Hidayat, Ph. D., adalah Anggota Departemen Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (Lisdal) DPP LDII, sekaligus Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Kementerian Kehutanan

Tags: Hari Bakti Rimbawan

Related Posts

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Siti Nurannisa P.B.* Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela...

Read more
Ilustrasi Keluarga.
Opini

Baik Buruknya Keluarga

by admin
February 26, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah * Dalam timbangan Ilahi, suka dan duka, baik dan buruk, tak terelakkan lagi. Ia perputaran sunnatullah yang lama tertulis....

Read more
DPP LDII
Opini

Not In My Back Yard – Mengakhiri Bau Busuk Sampah dengan Solusi Membumi

by admin
February 20, 2026
0

Sudarsono* Di beberapa kota besar Indonesia, bau busuk sampah menjadi bagian dari keseharian yang mengganggu kualitas hidup jutaan orang. Dari Bantargebang hingga...

Read more
Penentuan Awal Bulan Hijriyah
Opini

Penentuan Awal Bulan Hijriyah

by admin
February 16, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah Bulan Hijriyah berpatokan pada Bulan (Lunar), berbeda dengan Masehi yang berpatokan pada matahari. Bulan Hijriyah dihitung berdasarkan satu kali...

Read more
LDII ramadan
Opini

Tiga Cara Sambut Ramadan

by admin
February 15, 2026
0

Oleh Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto Umat Islam sedang bersuka cita, karena Ramadan kembali menyapa مَرْحَبًا يَا رَمَضَان. Secara filosofis,...

Read more
Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more

Trending

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan
Berita Daerah

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan

14 hours ago
Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan
Berita Daerah

Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

14 hours ago
Wali Kota Kediri Ajak Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial pada Silaturahim Ramadan Ponpes Wali Barokah
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Ajak Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial pada Silaturahim Ramadan Ponpes Wali Barokah

14 hours ago
Ponpes Wali Barokah Kediri Berbagi Kebahagiaan Ramadan melalui Santunan Anak Yatim dan Paket Sembako
Berita Daerah

Ponpes Wali Barokah Kediri Berbagi Kebahagiaan Ramadan melalui Santunan Anak Yatim dan Paket Sembako

14 hours ago
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan
Headline

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan

LDII Kabupaten Bekasi Gandeng Pengusaha Santuni Ratusan Anak Yatim di Bulan Ramadan

March 12, 2026
Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Ketua PCNU Kediri: Ramadan Momentum Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

March 12, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In