PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Bandung Lautan Api, Pengorbanan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

in Opini
404
0
Bandung Lautan Api, Pengorbanan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Sumber: Pinterest.

567
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Thonang Effendi*)

Peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi 79 tahun lalu, tepatnya pada 23-24 Maret 1946, menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Saat itu, Tentara Republik Indonesia (TRI) bersama rakyat Kota Bandung sengaja membakar kota mereka sendiri agar Sekutu tidak dapat menggunakannya sebagai markas strategis militer. Pada tengah malam, Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI, sementara kobaran api melahap bangunan, menghitamkan langit dengan asap tebal, serta memadamkan listrik hingga kota berubah menjadi lautan api.

Perasaan haru biru, kesedihan, dan semangat perjuangan bercampur menjadi satu. Masyarakat Bandung rela membakar rumah dan meninggalkan tempat tinggalnya demi menjaga kemerdekaan yang baru diraih. Mereka tidak rela tanah air yang mereka cintai kembali jatuh ke tangan Belanda melalui NICA yang membonceng tentara Sekutu. Rasa cinta tanah air inilah yang melatari keputusan mereka melakukan pembumihangusan Bandung.

Bagi umat Islam, cinta tanah air memang merupakan bagian dari iman, dan cinta selalu membutuhkan pengorbanan. Berkorban berarti menyerahkan sesuatu yang berharga demi sesuatu yang lebih besar. Sebagaimana prinsip yang dicetuskan oleh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947), “Hubbul wathan minal iman” (cinta tanah air adalah bagian dari iman). Ungkapan ini membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah.

Dampak dan Ketabahan Masyarakat Bandung

Setelah peristiwa Bandung Lautan Api, Kota Bandung mengalami kehancuran besar. Rumah dan bangunan hancur, infrastruktur lumpuh, dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Masyarakat harus mengungsi ke daerah yang lebih aman, memulai kembali kehidupan dari nol. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam dalam sejarah Indonesia.

Namun, masyarakat Bandung menghadapi kondisi tersebut dengan tabah dan ikhlas. Mereka merelakan segala yang telah mereka bangun dengan jerih payah demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka sadar bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari qodar Allah, Sang Maha Pengatur kehidupan.

Mereka juga sabar dalam menjalani kehidupan pasca-peristiwa tersebut. Kesabaran membutuhkan ketekunan dan keuletan. Dengan keyakinan serta husnudzon billah, mereka percaya bahwa perjuangan dan pengorbanan mereka akan berbuah keberhasilan di masa depan.

Tak lupa, masyarakat Bandung tetap bersyukur di tengah penderitaan. Mereka menyadari bahwa di balik musibah yang mereka alami, masih banyak nikmat Allah yang tidak dapat dihitung satu per satu. Salah satunya adalah nikmat masih diberikan kehidupan dan kesehatan, sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk berjuang mempertahankan dan mengisi kemerdekaan demi kesejahteraan bersama. “Alhamdulillah ‘ala kulli hal”, segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.

Hikmah dari Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa dalam setiap kejadian ada qodar Allah yang harus kita sikapi dengan baik. Hal ini selaras dengan karakter “Empat Maqoodirulloh”, salah satu komponen dari 29 karakter luhur yang dikembangkan dalam LDII. Allah telah menetapkan segala sesuatu dalam kehidupan ini, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Qamar: 49, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu dengan qodar.”

Setiap manusia pasti akan mengalami nikmat, musibah, cobaan, dan kesalahan dalam hidupnya. Sebagai hamba Allah, kita harus bisa menerima qodar ini dengan sikap yang benar. Empat Maqoodirulloh mengajarkan bahwa:

  1. Kita wajib bersyukur ketika mendapatkan nikmat.
  2. Kita wajib istirja’ (mengembalikan semua kepada Allah) ketika mengalami musibah.
  3. Kita wajib bersabar ketika menghadapi cobaan dan penganiayaan.
  4. Kita wajib bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Pengorbanan dan Masa Depan yang Lebih Baik

Dalam setiap peristiwa besar, selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Seperti halnya masyarakat Bandung yang rela berkorban demi kemerdekaan, kita juga harus siap berkorban untuk masa depan yang lebih baik. Ketika cinta, keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur berpadu dengan husnudzon billah, maka keyakinan akan pertolongan Allah menjadi sebuah keniscayaan.

Dari peristiwa Bandung Lautan Api, kita belajar bahwa perjuangan yang tulus tidak pernah sia-sia. Dengan semangat pengorbanan yang didasarkan pada keimanan, hidup akan lebih bermakna.

*Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Bandung Lautan Api

Related Posts

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more
Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan
Opini

Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan

by admin
January 12, 2026
0

Oleh Sudarsono* “Ketahanan pangan dapat dimulai dari desa, bahkan dari lahan yang selama ini dianggap kurang produktif – lahan gambut. Dari bawang...

Read more
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more

Trending

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI
Berita Daerah

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

18 hours ago
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”
Lintas Daerah

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

1 day ago
Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional
Berita Daerah

Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional

3 days ago
Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag

3 days ago
LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah
Lintas Daerah

LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

January 24, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

January 23, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In