PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Menghidupkan Pancasila di Sekolah: Membangun Ruang Belajar yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan

in Opini
389
0
Menghidupkan Pancasila di Sekolah: Membangun Ruang Belajar yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan

Ilustrasi: Pinterest.

557
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi*

Suatu pagi, suasana kelas tampak hidup. Seorang siswa membantu temannya yang jatuh di halaman sekolah. Siswa lain dengan sigap memanggil guru piket, sementara yang lain membawa kotak P3K dari UKS.

Guru menyambut mereka dengan tenang, memberi apresiasi, lalu menenangkan si anak yang terluka. Setelahnya, mereka duduk melingkar, berbicara tentang empati dan tolong-menolong. Tidak ada ceramah panjang. Tidak ada poster besar bertuliskan sila kedua. Tapi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab hadir nyata.

Dari peristiwa sederhana itu, kita menyaksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa hidup dan mengalir dalam keseharian di sekolah. Bahwa Pancasila bukan sekadar teks sakral yang dibacakan dalam upacara, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata, dalam kebiasaan, dan dalam interaksi antarsiswa dan guru.

Memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni bukan hanya soal mengenang sejarah lahirnya dasar negara. Lebih dari itu, ini menjadi refleksi bagaimana Pancasila diterapkan dalam kehidupan nyata, khususnya di satuan pendidikan sebagai tempat strategis pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Sekolah adalah miniatur kehidupan sosial yang sesungguhnya. Di sinilah anak-anak belajar tentang perbedaan, kerjasama, kejujuran, dan tanggung jawab. Di sinilah nilai-nilai Pancasila seharusnya diinternalisasikan: dari pengalaman, bukan hanya hafalan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Program Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan (SNAM) menekankan pentingnya lingkungan belajar kondusif dan positif yang membahagiakan. SNAM bertujuan untuk menciptakan sekolah yang aman dari perundungan, kekerasan, dan intimidasi, serta mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan fokus.

Ketika siswa merasa aman, nyaman, dan dihargai, nilai-nilai luhur lebih mudah ditanamkan. Ini sejalan dengan cita-cita Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai upaya menuntun segala kekuatan kodrat anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila pun memiliki ruang tumbuh yang subur ketika sekolah mengembangkan pendidikan karakter yang holistik. Di sinilah relevansi 29 Karakter Luhur yang dikembangkan LDII menjadi signifikan. Karakter 6 Thobiat Luhur yaitu jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak, kerja sama yang baik, dan Tri Sukses Generus yaitu akhlakul karimah, alim-fakih, dan mandiri bukan hanya nilai ideal, tapi sudah dipraktikkan melalui:

  • Pembiasaan sehari-hari (berpamitan, tepat waktu masuk sekolah, senyum-salam, menyapa guru dan teman, berbicara yang baik, bersungguh-sungguh dalam belajar, membantu teman, menjaga kebersihan, menjaga kerapian)
  • Pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum
  • Kegiatan ekstrakurikuler yang melatih kepemimpinan dan tanggung jawab sosial
  • Keteladanan dari guru dan tenaga pendidik

Penelitian Thomas Lickona (2012) menunjukkan bahwa sekolah yang berhasil menanamkan nilai karakter memiliki iklim yang lebih positif dan hasil akademik yang lebih baik. Sementara itu, data Kemendikbudristek dan OECD juga mendukung bahwa lingkungan belajar yang sehat dan inklusif mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.

Namun tentu saja, tantangannya tidak kecil. Era digital menghadirkan banjir informasi yang tidak selalu ramah nilai. Individualisme dan ujaran kebencian bisa menyelinap lewat layar gawai. Di sinilah pentingnya peran sekolah dan keluarga sebagai rumah nilai, bukan sekadar tempat menuntut ilmu.

Menghidupkan Pancasila di sekolah berarti menciptakan ekosistem yang menghargai perbedaan, menumbuhkan gotong-royong, dan mengajak anak untuk berpikir kritis sekaligus empatik. Ketika Pancasila hadir dalam ruang kelas, halaman sekolah, hingga ruang guru dan OSIS, maka nilai-nilainya akan tumbuh menjadi kebiasaan, dan dari kebiasaan akan lahir budaya.

Akhirnya, mari jadikan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi momentum meneguhkan kembali komitmen kita: menghadirkan sekolah sebagai ruang hidup Pancasila, di mana anak-anak merasa aman, nyaman, bahagia, dan tumbuh sebagai manusia yang profesional religius dan berkarakter luhur.

*Thonang Effendi
Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII
Wakil Ketua DPW LDII DKI Jakarta

Related Posts

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri
Opini

Pembiasaan dalam Keseharian yang Membentuk Identitas Diri

by admin
January 19, 2026
0

Oleh Siti Nurannisaa Tantangan mendidik anak tidak lagi semata-mata berkaitan dengan fasilitas, akses pendidikan, atau kecanggihan teknologi, tapi bagaimana menanamkan nilai. Di...

Read more
Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan
Opini

Taswadi Mengubah Lahan Gambut Melawi Jadi Lumbung Pangan

by admin
January 12, 2026
0

Oleh Sudarsono* “Ketahanan pangan dapat dimulai dari desa, bahkan dari lahan yang selama ini dianggap kurang produktif – lahan gambut. Dari bawang...

Read more
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama
Opini

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

by admin
January 9, 2026
0

Oleh Siham Afatta* Kata ‘primata’ mungkin jarang terucap di keseharian kita. Tidak banyak dari kita yang berurusan langsung dengan primata. Saat di...

Read more
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI
Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak...

Read more
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
Opini

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Bambang Supriadi* Pergantian tahun sejatinya adalah momen muhasabah, saat manusia berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui dan menata...

Read more
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

by admin
January 7, 2026
0

Oleh Sudarsono “Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif...

Read more

Trending

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI
Berita Daerah

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

18 hours ago
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”
Lintas Daerah

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

1 day ago
Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional
Berita Daerah

Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono: Dorong Sejarah dan Budaya Maritim Jadi Penyangga Identitas Nasional

3 days ago
Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag
Berita Daerah

Wali Kota Kediri Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HAB ke-80 Kemenag

3 days ago
LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah
Lintas Daerah

LDII Pemalang Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Perkuat Sinergi Kerukunan Daerah

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

DPD LDII Kabupaten Bogor Jalin Silaturahim dengan BPIC dan IKADI

January 24, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

January 23, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In