PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Opini

Menyisipkan Pembelajaran Karakter dalam Dongeng Sebelum Tidur

in Opini
380
0
Menyisipkan Pembelajaran Karakter dalam Dongeng Sebelum Tidur

Ilustrasi: Pinterest.

562
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Thonang Effendi

Malam minggu terasa sejuk setelah hampir seharian hujan mengguyur sebagian wilayah Ibu Kota. Malam itu, sedang tidak ada kegiatan majelis taklim, bakda Isya’ di rumah sederhana satu keluarga berkumpul saling bercerita, ngopi bareng dan menikmati camilan buatan sang Ibu.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, sang Ibu berkata, “Ayo anak-anak persiapan tidur, ingat besok pagi ada latihan sepakbola.” Dua kakak beradik yang masih duduk di bangku SD segera beranjak dari tempat duduk bergiliran ke kamar mandi, bersih-bersih diri, gosok gigi, ganti baju, dan segera menuju tempat tidur. Mereka sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut setiap harinya.

Ada hal spesial yang ditunggu oleh anak-anak di malam itu. Seminggu dua kali sang ayah mengantarkan anak-anak dengan dongeng sebelum tidur. Sang adik bungsu berkata, “Ayo Pa, malam ini akan mendongeng apa?” Tidak ketinggalan sang kakak juga berkomentar, “Iya Pa, kami siap mendengarkan dongeng dari Papa.” Sang ayah pun memulai dongengnya, “Baiklah anak-anak, malam ini Papa akan cerita guru dan murid di padepokan.”

Suatu hari, sang Guru memanggil semua murid padepokan. Sang Guru berkata, “Wahai murid-muridku, ada 4 jurus menggapai sukses masa depan yang akan saya berikan”. Serempak murid-murid menjawab, “Baik Eyang Guru, kami siap mendengarkan.” Sang Guru melanjutkan, “4 jurus luar biasa yaitu satu, temukan tujuan hidupmu, dua, maafkan masa lalumu, tiga, fokus pada saat ini dan empat, isi masa depanmu.” Sang Ayah bercerita dengan berbagai intonasi suara dan gerakan tangan untuk menggambarkan kondisi latihan di padepokan hingga murid-murid bisa menjadi pendekar sukses di masa depan.

Sang Adik Bungsu menyela, “Pa, tujuan hidup itu apa?” Sang Kakak menyela, “Itu lho Dik, tujuan hidup itu cita-cita kita, masih ingat Tri Sukses Generus?” Sang Adik Bungsu menjawab. “Generus yang memiliki akhlakul karimah, alim-fakih dan mandiri”. Sang Ayah berkata, “Betul, anak-anak, itu cita-cita untuk bisa sukses dunia dan akhirat”.

Sang Adik Bungsu kembali bertanya, “Kalau masa lalu itu maksudnya apa Pa?”. Sang Kakak kembali menyela, “Segala sesuatu yang sudah kita jalani dan tidak lepas dari 4 maqodirullah, Dik”. Sang Adik Bungsu berkomentar, “Baik Kak, terus kenapa kita harus memaafkan”. Sang Ayah bertanya, “Ada kejadian sebelumnya yang membuat Adik kecewa?”. Adik menjawab, “Ada Pa, karena tendangan penalti Adik gagal, tim Adik jadi kalah”. Sang Ayah menjelaskan, “Nah, itulah masa lalu yang harus dimaafkan maksudnya diterima dengan ikhlas.”

Sang Adik Bungsu kembali berkomentar, “Kalau fokus pada saat ini Adik mengerti Pa, kemudian bagaimana mengisi masa depan itu Pa?”. Sang Kakak turut menyela, “Iya Pa, Kakak juga ingin tahu bagaimana cara mengisi masa depan?”. Sang Ayah menjelaskan dengan sabar, “Anak-anak, dalam sehari semalam kalian mempunyai waktu luang di sela-sela kegiatan rutin?” Mereka menjawab dengan serempak, “Ada Pa, banyak, pulang sekolah, selesai mengaji dan hari libur.” Sang Ayah melanjutkan, “Isilah waktu luangmu dengan kegiatan yang positif seperti membaca buku, nderes (membaca ulang) Al Quran, mengerjakan hobi seperti Adik yang suka menggambar dan Kakak yang suka menyusun lego, dan yang lainnya.”

Sang Kakak berkata, “Baik Pa, besok aku mulai menyusun jadwal kegiatan ya Pa, nanti Papa lihat.” Sang Adik Bungsu tidak ketinggalan, “Aku juga Pa, nanti jadwal harianku juga Papa lihat.” Sang Ayah dengan senyum bangga berkata, “Oke anak-anak besok Papa lihat. Nah, sekarang segera tidur dan berdo’a sebelumnya. Besok bangun pagi sebelum subuh dan persiapan latihan sepak bola.” Serempak mereka menjawab, “Siap Papa.” Dua kakak beradik segera berdo’a dan mulai tidur.

Peristiwa sederhana dalam cerita tersebut, mengingatkan masa kecil saya yang sering mendengarkan dongeng sebelum tidur dengan berbagai macam cerita. Dongeng sebelum tidur salah satu media untuk memasukkan pembelajaran 29 karakter luhur kepada anak-anak. Dongeng tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang memperkenalkan nilai-nilai moral, etika, dan sikap positif. Dongeng dan cerita sebelum tidur juga bisa berfungsi sebagai media healing sebagaimana dijelaskan oleh George W. Burns dalam bukunya “101 Healing Stories for Kids and Teens Using Metaphors in Therapy”.

Memasukkan pesan moral dan pembelajaran 29 karakter luhur yang disisipkan dalam dongeng sebelum tidur cukup efektif. Hal ini karena menjelang tidur, otak anak akan memasuki gelombang alfa dan theta. Gelombang alfa (8-12 Hz) muncul saat kondisi rileks dan terjaga, seperti saat bersantai atau sesaat sebelum tidur. Gelombang theta (4-8 Hz) dominan saat tidur ringan dan mengantuk, serta dikaitkan dengan proses penyimpanan memori. Pada fase ini, otak anak lebih mudah menyerap informasi, termasuk ucapan dan perilaku orang tua.

Di era digital dan kemudahan akses informasi serta maraknya game online yang berseliweran di gawai perlu sedikit meluangkan waktu untuk merenung. Masihkah tradisi mendongeng sebelum tidur menggema di kamar anak-anak kita. Di tengah hiruk-pikuknya kesibukan orang tua memenuhi kebutuhan keluarga dan berbagai aktivitas sosial masih ada waktu luang untuk sekadar cerita atau mendongeng sebelum tidur untuk anak-anak. Inilah tantangan yang perlu disiasati dan dikondisikan.

Pada akhirnya, dongeng sebelum tidur bisa menjadi salah satu metode bagi orang tua untuk memberikan pembelajaran 29 karakter luhur dan sarana menjadikan hubungan yang lebih erat antara orang tua dengan anak-anaknya. Bagaimana dengan keluarga kita?

*Penulis adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII dan Wakil Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta

Related Posts

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja
Opini

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

by admin
April 3, 2026
0

Oleh Thonang Effendi* Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka lulusan SLTA umum (SMA) mencapai 2.203.563 orang dari...

Read more
Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis
Opini

Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis

by admin
April 1, 2026
0

Oleh Daud Sobri* Di lingkungan pesantren, istilah alim bukan sekadar gelar bagi mereka yang banyak hafal kitab atau fasih berbahasa Arab. Alim...

Read more
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram
Opini

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

by admin
March 14, 2026
0

Oleh Sudarsono Bayangkan Anda sedang salat di masjid, tapi tidak sembarang masjid karena ruangan masjidnya benar-benar harum dan tidak apek; udaranya sejuk-segar...

Read more
Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

by admin
March 10, 2026
0

Oleh Siti Nurannisa P.B.* Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela...

Read more
Ilustrasi Keluarga.
Opini

Baik Buruknya Keluarga

by admin
February 26, 2026
0

Oleh Wilnan Fatahillah * Dalam timbangan Ilahi, suka dan duka, baik dan buruk, tak terelakkan lagi. Ia perputaran sunnatullah yang lama tertulis....

Read more
DPP LDII
Opini

Not In My Back Yard – Mengakhiri Bau Busuk Sampah dengan Solusi Membumi

by admin
February 20, 2026
0

Sudarsono* Di beberapa kota besar Indonesia, bau busuk sampah menjadi bagian dari keseharian yang mengganggu kualitas hidup jutaan orang. Dari Bantargebang hingga...

Read more

Trending

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan
Lintas Daerah

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

6 hours ago
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri
Lintas Daerah

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

6 hours ago
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri
Nasional

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

6 hours ago
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter
Lintas Daerah

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

6 hours ago
LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah
Lintas Daerah

LDII Sukoharjo Bekali Dai Hadapi Era Digital, Perkuat Metode dan Etika Dakwah

6 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In