PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Membangun Toleransi di Ujung Timur Nusantara

in Artikel
381
0
Membangun Toleransi di Ujung Timur Nusantara

Ilustrasi: Agus Sulistiawan, warga LDII yang tinggal di pulau Sabu menjadi penggerak toleransi dengan budi luhur yang mayoritas di pulau tersebut pemeluk Protestan.

557
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pulau Sabu merupakan pulau terluar dengan mayoritas pemeluk Protestan. Di pulau itu warga LDII, Agus Sulistiawan menjadi penggerak pertanian lokal dan memperkuat toleransi dengan budi luhur.

Pulau Sabu permata indah di ujung timur terluar Indonesia, yang berbatasan dengan Australia. Di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur itu, Agus Sulistiawan (48 tahun) warga LDII asal Tulungagung, Jawa Timur, mengadu nasib, sebagai wiraswatawan kuliner sekaligus bertani.

Pulau Sabu sebagaiman wilayah Nusa Tenggara Timur lainnya, merupakan savana yang eksotis. Padang rumput menghampar menghiasi perbukitan kapur. Di situlah Agus berdiri menjalani takdirnya.

Sebelum menjejakkan kaki di Pulau Sabu, kehidupan Agus di kampungnya sudah terbilang mapan. Ia memiliki rutinitas yang padat: pagi hari ia habiskan di sawah, selanjutnya berjualan mie ayam, dan sore harinya ia mengajar pengajian cabe rawit — pengajian anak-anak di lingkungan LDII. Namun, satu tawaran dari temannya pada tahun 2015 cukup menggoda hasratnya untuk merantau. Kawannya melihat peluang besar di Pulau Sabu karena belum banyak usaha kuliner seperti mie ayam atau bakso.

Hanya saja, meninggalkan istri dan keluarganya merupakan tantangan terberat. Bahkan, menimbulkan pertanyaan dari kerabatnya, “Wah ngapain jauh-jauh, sekarang kan kamu udah cukup buat apa merantau,” kenangnya. Namun, dalam hatinya, ia memiliki niat yang kuat. Ia ingin meningkatkan ekonomi keluarga dan yang terpenting, ada panggilan berdakwah di sana.

Saat tiba di Pulau Sabu, kesan pertama yang ia rasakan adalah kesepian. “Gimana ya? Sangat sepi sekali di sini,” ujarnya, membayangkan perbedaan jauh dengan kampung halamannya. Keraguan sempat menghinggapinya setelah dua hari semenjak kedatangannya, namun nasihat dari sesama perantau Jawa menguatkannya, “Mas coba aja nanti insya Allah, kalau sudah mencoba, pasti tahu hasilnya”. Berbekal pengalaman membuat mie ayam, ia memulai usaha dengan menyewa kios di dalam Pasar Rakyat Nagata Seba, dan dalam waktu satu minggu, warungnya sudah mulai ramai.

Amarah Dibalas dengan Budi Luhur

Bisnis mie ayam milik Agus telah berkembang pesat. Kiosnya yang semula hanya satu, bertambah menjadi dua kedai. Namun, cobaan datang pada Desember 2016. Seorang perantau asal Bogor, Jawa Barat, memasuki sebuah sekolah dasar dan secara tiba-tiba melukai beberapa murid dengan senjata tajam. Berita mengenai kekerasan itu segera menyebar, memicu aksi balasan kepada perantau. Kepanikan pun melanda para pendatang. Bahkan, pelaku yang ditahan di Polsek Sabu Barat dihabisi massa.

Dampak dari tragedi ini meluas. Warung-warung milik para perantau asal Jawa di pasar menjadi sasaran perusakan. Kios mie ayam milik Agus yang berlokasi di Pasar, tak luput dari sasaran amuk massa. Selain itu, warga juga mengintimidasi para perantau dari Pulau Jawa yang berlokasi di dekat Pelabuhan Seba.

Aguspun selamat dari apokalipso itu. Ia justru mendapatkan perlindungan dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Ikatan persahabatan, dan kebaikan yang terjalin sehari-hari dengan para tetangga mampu menyelamatkannya.

Sikapnya yang ramah, gemar menolong, dan kebiasaannya berbuat baik kepada sesama ternyata membuahkan hasil. Ia sering membantu warga sekitar yang kesusahan, seperti memberikan bensin atau membantu mendorong motor yang mogok — inilah praktik budi luhur yang Agus lakukan.

Saat kerusuha, para tetangga menjaganya, “Mas jangan keluar, Mas jangan jualan dulu, sementara ini Mas di dalam saja dulu,” pinta para tetangganya ketika kerusuhan terjadi. Setelah kondisi mulai mereda dan terkendali, Agus memutuskan untuk pulang ke Tulungagung, sekira satu bulan — dari setelah Natal hingga awal Tahun Baru, untuk menenangkan diri.

Namun kepercayaan masyarakat terhadapnya yang sangat besar, membuatnya ingin kembali. Ia mengingat ketika membantu warga menyediakan hidangan halal untuk hajatan kampung. Toleransi dan kebersamaan itu seperti memanggilnya untuk kembali.

Sekembalinya ke Sabu, Agus tidak lagi berdagang di pasar karena kondisi kiosnya yang rusak dan mulai terkendala pasokan air bersih. Ia memindahkan usahanya di rumah kontrakannya, dengan membuka ‘Rumah Makan Nata Jawa 2’. Hingga kini, ia tidak hanya menjual mie ayam, tetapi juga mengembangkan menu dengan nasi ayam, bakso, kue-kuean, dan gorengan.

Selain kuliner, ia peluang lain: pertanian. Ia melihat banyaknya lahan kosong di Sabu dan harga komoditas yang sangat tinggi. “Harga lombok (cabai). nggak pernah turun dari Rp30.000 dan cenderung di atas Rp50.000,” ungkapnya. Begitu pula tomat, harganya tidak pernah turun dari pertama kali ia tanam.

Berbekal pengalamannya bertani, ia mencoba menanam tomat dan semangka. Awalnya ia sempat gagal karena tidak memahami iklim lokal dan kapan waktu musim hujan, tetapi ia terus belajar bermodalkan tutorial dari video YouTube. Ia juga menemukan racikan pupuk semi organiknya sendiri, hingga menerapkan metode irigisi tetes. Usahanya berkembang hingga berhasil menggarap dua kebun seluas 2 hektare di atas lahan sewaan.

Kesuksesan ini bahkan menarik perhatian Bupati Krisman Riwu Kore. Saat panen raya tomat, Bupati sangat kagum dan memintanya untuk terus memotivasi masyarakat, “Teruslah memberikan contoh, ternyata tanah Sabu itu nggak kalah dengan tanah yang di Jawa,” ujarnya mengulang pesan Bupati.

Melihat kesuksesan tersebut. Krisman menghadiahi sebuah rumah bibit yang berlokasi di sekitar kebun. Nursery tersebut dilengkapi berbagai peralatan penunjang pertanian seperti mesin sprayer air untuk menyiram pupuk.

Kerja keras Agus membuahkan hasil yang manis. Bisnis dan pertanian yang terus berkembang bukan lain dengan melibatkan bantuan keluarga. Hingga saat ini, Mereka telah berhasil membuka dua cabang warung baru dengan omset harian dari warung utamanya hingga mencapai Rp2-3 juta.

Salah satu yang membuat Agus mencintai Pulau Sabu karena toleransi warganya. Dinukil dari website resmi Kabupaten Sabu Raijua, pada 2016, penganut agama Islam hanya 0,95 persen. Tapi toleransi di pulau itu sangat tinggi.

Sebagai contoh, dalam acara pesta pernikahan, warga muslim diberi perlakuan khusus. Mereka ditempatkan di lokasi terpisah dengan juru masak dan peralatan tersendiri, untuk memastikan hidangan yang disajikan sepenuhnya halal.

Begitu pula saat syukuran setelah pemakaman, warga muslim disiapkan tempat khusus untuk menjalankan sholat. Bahkan, pada saat Hari Raya Idul Kurban dan Hari Raya Idul Fitri, panitia tidak melupakan nonmuslim. Mereka menyiapkan daging khusus untuk dibagikan kepada nonmuslim, sementara kepolisian dan dinas setempat ikut turut serta dalam pengamanan.

“Alhamdulillah di sini aman, beribadah bisa lancar tanpa kendala sama sekali,” pungkasnya. Baginya, di mana pun seseorang berada, yang terpenting adalah berniat ingin ibadah. Kisah Agus Sulistiawan adalah bukti bahwa tekad yang kuat, karakter yang luhur, dan semangat pantang menyerah, dan mengutamakan ibadah mengantarkan keberkahan. (Faishal Muhammad Dzulfiqar)

Tags: Feature LDIIMembangun ToleransiUjung Timur Nusantara

Related Posts

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri
Apa Siapa

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri

by Nisa
October 24, 2026
0

Menjelang Hari Dokter Nasional 2026, kiprah dr. Rulifa Syahroel menggambarkan bagaimana profesi kedokteran dan kepemimpinan organisasi kemasyarakatan dapat berjalan beriringan dalam mendukung...

Read more
Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama
Artikel

Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Serang (8/10). DPW LDII Provinsi Banten menghadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten bersama...

Read more
Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target
Artikel

Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Malang (8/10). DPD LDII Kabupaten Malang menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di sejumlah titik. Jumlah peserta yang mengikuti layanan...

Read more
LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital
Artikel

LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital

by eko nuansa
October 1, 2026
0

Semarang (30/9). Peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) menjadi momentum bagi DPP LDII untuk mengingatkan masyarakat terhadap perubahan bentuk ancaman ideologi di...

Read more
Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman
Artikel

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman

by eko nuansa
September 12, 2026
0

Kediri (6/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah turut ambil bagian dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang berlangsung di Balai...

Read more
Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan
Artikel

Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan

by eko nuansa
August 20, 2026
0

Gunung Putri (14/8). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga LDII Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Read more

Trending

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah
Berita Daerah

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah

16 hours ago
Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV
Berita Daerah

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

2 days ago
Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah
Berita Daerah

Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah

2 days ago
Atlet Persinas ASAD Tanjung Raja Lolos Seleksi POPDA Ogan Ilir
Berita Daerah

Atlet Persinas ASAD Tanjung Raja Lolos Seleksi POPDA Ogan Ilir

2 days ago
LDII Klaten Bekali 120 Generus Usia Mandiri Persiapan Menuju Pernikahan
Berita Daerah

LDII Klaten Bekali 120 Generus Usia Mandiri Persiapan Menuju Pernikahan

2 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah

Pengajian LDII Kota Jambi Tekankan Ibadah Wajib sebelum Amalan Sunah

October 31, 2026
Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

October 29, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In