PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Membangun Toleransi di Ujung Timur Nusantara

in Artikel
378
0
Membangun Toleransi di Ujung Timur Nusantara

Ilustrasi: Agus Sulistiawan, warga LDII yang tinggal di pulau Sabu menjadi penggerak toleransi dengan budi luhur yang mayoritas di pulau tersebut pemeluk Protestan.

552
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pulau Sabu merupakan pulau terluar dengan mayoritas pemeluk Protestan. Di pulau itu warga LDII, Agus Sulistiawan menjadi penggerak pertanian lokal dan memperkuat toleransi dengan budi luhur.

Pulau Sabu permata indah di ujung timur terluar Indonesia, yang berbatasan dengan Australia. Di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur itu, Agus Sulistiawan (48 tahun) warga LDII asal Tulungagung, Jawa Timur, mengadu nasib, sebagai wiraswatawan kuliner sekaligus bertani.

Pulau Sabu sebagaiman wilayah Nusa Tenggara Timur lainnya, merupakan savana yang eksotis. Padang rumput menghampar menghiasi perbukitan kapur. Di situlah Agus berdiri menjalani takdirnya.

Sebelum menjejakkan kaki di Pulau Sabu, kehidupan Agus di kampungnya sudah terbilang mapan. Ia memiliki rutinitas yang padat: pagi hari ia habiskan di sawah, selanjutnya berjualan mie ayam, dan sore harinya ia mengajar pengajian cabe rawit — pengajian anak-anak di lingkungan LDII. Namun, satu tawaran dari temannya pada tahun 2015 cukup menggoda hasratnya untuk merantau. Kawannya melihat peluang besar di Pulau Sabu karena belum banyak usaha kuliner seperti mie ayam atau bakso.

Hanya saja, meninggalkan istri dan keluarganya merupakan tantangan terberat. Bahkan, menimbulkan pertanyaan dari kerabatnya, “Wah ngapain jauh-jauh, sekarang kan kamu udah cukup buat apa merantau,” kenangnya. Namun, dalam hatinya, ia memiliki niat yang kuat. Ia ingin meningkatkan ekonomi keluarga dan yang terpenting, ada panggilan berdakwah di sana.

Saat tiba di Pulau Sabu, kesan pertama yang ia rasakan adalah kesepian. “Gimana ya? Sangat sepi sekali di sini,” ujarnya, membayangkan perbedaan jauh dengan kampung halamannya. Keraguan sempat menghinggapinya setelah dua hari semenjak kedatangannya, namun nasihat dari sesama perantau Jawa menguatkannya, “Mas coba aja nanti insya Allah, kalau sudah mencoba, pasti tahu hasilnya”. Berbekal pengalaman membuat mie ayam, ia memulai usaha dengan menyewa kios di dalam Pasar Rakyat Nagata Seba, dan dalam waktu satu minggu, warungnya sudah mulai ramai.

Amarah Dibalas dengan Budi Luhur

Bisnis mie ayam milik Agus telah berkembang pesat. Kiosnya yang semula hanya satu, bertambah menjadi dua kedai. Namun, cobaan datang pada Desember 2016. Seorang perantau asal Bogor, Jawa Barat, memasuki sebuah sekolah dasar dan secara tiba-tiba melukai beberapa murid dengan senjata tajam. Berita mengenai kekerasan itu segera menyebar, memicu aksi balasan kepada perantau. Kepanikan pun melanda para pendatang. Bahkan, pelaku yang ditahan di Polsek Sabu Barat dihabisi massa.

Dampak dari tragedi ini meluas. Warung-warung milik para perantau asal Jawa di pasar menjadi sasaran perusakan. Kios mie ayam milik Agus yang berlokasi di Pasar, tak luput dari sasaran amuk massa. Selain itu, warga juga mengintimidasi para perantau dari Pulau Jawa yang berlokasi di dekat Pelabuhan Seba.

Aguspun selamat dari apokalipso itu. Ia justru mendapatkan perlindungan dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Ikatan persahabatan, dan kebaikan yang terjalin sehari-hari dengan para tetangga mampu menyelamatkannya.

Sikapnya yang ramah, gemar menolong, dan kebiasaannya berbuat baik kepada sesama ternyata membuahkan hasil. Ia sering membantu warga sekitar yang kesusahan, seperti memberikan bensin atau membantu mendorong motor yang mogok — inilah praktik budi luhur yang Agus lakukan.

Saat kerusuha, para tetangga menjaganya, “Mas jangan keluar, Mas jangan jualan dulu, sementara ini Mas di dalam saja dulu,” pinta para tetangganya ketika kerusuhan terjadi. Setelah kondisi mulai mereda dan terkendali, Agus memutuskan untuk pulang ke Tulungagung, sekira satu bulan — dari setelah Natal hingga awal Tahun Baru, untuk menenangkan diri.

Namun kepercayaan masyarakat terhadapnya yang sangat besar, membuatnya ingin kembali. Ia mengingat ketika membantu warga menyediakan hidangan halal untuk hajatan kampung. Toleransi dan kebersamaan itu seperti memanggilnya untuk kembali.

Sekembalinya ke Sabu, Agus tidak lagi berdagang di pasar karena kondisi kiosnya yang rusak dan mulai terkendala pasokan air bersih. Ia memindahkan usahanya di rumah kontrakannya, dengan membuka ‘Rumah Makan Nata Jawa 2’. Hingga kini, ia tidak hanya menjual mie ayam, tetapi juga mengembangkan menu dengan nasi ayam, bakso, kue-kuean, dan gorengan.

Selain kuliner, ia peluang lain: pertanian. Ia melihat banyaknya lahan kosong di Sabu dan harga komoditas yang sangat tinggi. “Harga lombok (cabai). nggak pernah turun dari Rp30.000 dan cenderung di atas Rp50.000,” ungkapnya. Begitu pula tomat, harganya tidak pernah turun dari pertama kali ia tanam.

Berbekal pengalamannya bertani, ia mencoba menanam tomat dan semangka. Awalnya ia sempat gagal karena tidak memahami iklim lokal dan kapan waktu musim hujan, tetapi ia terus belajar bermodalkan tutorial dari video YouTube. Ia juga menemukan racikan pupuk semi organiknya sendiri, hingga menerapkan metode irigisi tetes. Usahanya berkembang hingga berhasil menggarap dua kebun seluas 2 hektare di atas lahan sewaan.

Kesuksesan ini bahkan menarik perhatian Bupati Krisman Riwu Kore. Saat panen raya tomat, Bupati sangat kagum dan memintanya untuk terus memotivasi masyarakat, “Teruslah memberikan contoh, ternyata tanah Sabu itu nggak kalah dengan tanah yang di Jawa,” ujarnya mengulang pesan Bupati.

Melihat kesuksesan tersebut. Krisman menghadiahi sebuah rumah bibit yang berlokasi di sekitar kebun. Nursery tersebut dilengkapi berbagai peralatan penunjang pertanian seperti mesin sprayer air untuk menyiram pupuk.

Kerja keras Agus membuahkan hasil yang manis. Bisnis dan pertanian yang terus berkembang bukan lain dengan melibatkan bantuan keluarga. Hingga saat ini, Mereka telah berhasil membuka dua cabang warung baru dengan omset harian dari warung utamanya hingga mencapai Rp2-3 juta.

Salah satu yang membuat Agus mencintai Pulau Sabu karena toleransi warganya. Dinukil dari website resmi Kabupaten Sabu Raijua, pada 2016, penganut agama Islam hanya 0,95 persen. Tapi toleransi di pulau itu sangat tinggi.

Sebagai contoh, dalam acara pesta pernikahan, warga muslim diberi perlakuan khusus. Mereka ditempatkan di lokasi terpisah dengan juru masak dan peralatan tersendiri, untuk memastikan hidangan yang disajikan sepenuhnya halal.

Begitu pula saat syukuran setelah pemakaman, warga muslim disiapkan tempat khusus untuk menjalankan sholat. Bahkan, pada saat Hari Raya Idul Kurban dan Hari Raya Idul Fitri, panitia tidak melupakan nonmuslim. Mereka menyiapkan daging khusus untuk dibagikan kepada nonmuslim, sementara kepolisian dan dinas setempat ikut turut serta dalam pengamanan.

“Alhamdulillah di sini aman, beribadah bisa lancar tanpa kendala sama sekali,” pungkasnya. Baginya, di mana pun seseorang berada, yang terpenting adalah berniat ingin ibadah. Kisah Agus Sulistiawan adalah bukti bahwa tekad yang kuat, karakter yang luhur, dan semangat pantang menyerah, dan mengutamakan ibadah mengantarkan keberkahan. (Faishal Muhammad Dzulfiqar)

Tags: Feature LDIIMembangun ToleransiUjung Timur Nusantara

Related Posts

PC LDII Cileungsi Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Tiga Lokasi, Tebar Ribuan Paket Daging Kurban
Artikel

PC LDII Cileungsi Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Tiga Lokasi, Tebar Ribuan Paket Daging Kurban

by eko nuansa
May 28, 2026
0

Cileungsi – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Cileungsi menggelar pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di tiga lokasi...

Read more
Pewarta Musim Haji Antara Tugas dan Kemanusiaan
Artikel

Pewarta Musim Haji Antara Tugas dan Kemanusiaan

by admin
May 13, 2026
0

Oleh Faqihu Sholih Semua wartawan yang meliput haji mempunyai tugas utama meliput kegiatan haji. Bagaimana bila mereka bertemu jamaah yang membutuhkan pertolongan?...

Read more
TP PKK Kota Kediri dan Ponpes Wali Barokah Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Santriwati
Artikel

TP PKK Kota Kediri dan Ponpes Wali Barokah Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Santriwati

by eko nuansa
May 16, 2026
0

Kediri (5/5). Tim Penggerak PKK Kota Kediri bekerja sama dengan Ponpes Wali Barokah dan Puskesmas Pesantren 2 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis...

Read more
Wali Kota Kediri Dorong Posyandu 6 SPM Jadi Solusi Terpadu Layanan Masyarakat
Artikel

Wali Kota Kediri Dorong Posyandu 6 SPM Jadi Solusi Terpadu Layanan Masyarakat

by eko nuansa
May 5, 2026
0

Kediri (29/4) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam menghadirkan layanan publik yang terintegrasi melalui penguatan Posyandu...

Read more
Salat Idul Fitri di Ponpes Wali Barokah Kediri, Perkuat Ukhuwah dan Dukung Visi MAPAN
Artikel

Salat Idul Fitri di Ponpes Wali Barokah Kediri, Perkuat Ukhuwah dan Dukung Visi MAPAN

by eko nuansa
March 22, 2026
0

KEDIRI – Ribuan jemaah memadati halaman Pondok Pesantren Wali Barokah untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Sabtu (21/3). Ibadah...

Read more
PC LDII Cileungsi Gelar Salat Idul Fitri di Tiga Titik, Angkat Tema “Kembali ke Fitrah”
Artikel

PC LDII Cileungsi Gelar Salat Idul Fitri di Tiga Titik, Angkat Tema “Kembali ke Fitrah”

by eko nuansa
March 22, 2026
0

Bogor (21/03) – Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kecamatan Cileungsi menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1447 H di tiga lokasi berbeda, Sabtu...

Read more

Trending

Hadapi Tekanan Ekonomi, LDII Dorong Penerapan Gaya Hidup Bersahaja dan Produktif
Berita Daerah

Hadapi Tekanan Ekonomi, LDII Dorong Penerapan Gaya Hidup Bersahaja dan Produktif

18 hours ago
LDII Kota Cimahi dan Satgas Sektor 21 Citarum Harum Bersinergi dalam Aksi Bersih-Bersih Sungai
Berita Kegiatan

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Kemandirian dan Gaya Hidup Hemat untuk Atasi Sampah

1 week ago
LDII Papua Barat Manfaatkan Idul Adha untuk Berbagi pada Sesama
Lintas Daerah

LDII Papua Barat Manfaatkan Idul Adha untuk Berbagi pada Sesama

2 weeks ago
LDII Lahat Tebar 1.500 Paket Daging Kurban, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi dengan Pemda
Lintas Daerah

LDII Lahat Tebar 1.500 Paket Daging Kurban, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi dengan Pemda

2 weeks ago
LDII Singkawang Tingkatkan Kepedulian Sosial Melalui Daging Kurban
Lintas Daerah

LDII Singkawang Tingkatkan Kepedulian Sosial Melalui Daging Kurban

2 weeks ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Hadapi Tekanan Ekonomi, LDII Dorong Penerapan Gaya Hidup Bersahaja dan Produktif

Hadapi Tekanan Ekonomi, LDII Dorong Penerapan Gaya Hidup Bersahaja dan Produktif

June 15, 2026
LDII Kota Cimahi dan Satgas Sektor 21 Citarum Harum Bersinergi dalam Aksi Bersih-Bersih Sungai

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Kemandirian dan Gaya Hidup Hemat untuk Atasi Sampah

June 6, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In