Prabumulih (31/7). LDII Prabumulih mengajak generus binaan FORSGI Kota Prabumulih U-10 dan U-12 mengikuti pertandingan sepak bola persahabatan ke Pondok Pesantren Babunajah, Pesawaran, Lampung. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan bakat sepak bola sekaligus memperkuat karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua FORSGI Kota Prabumulih, Abu Bakrin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter melalui olahraga. Selain bertanding, anak-anak juga dilatih menerapkan adab saat bertamu, bergaul dengan teman baru, dan menjaga sportivitas di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi bentuk syukur dan apresiasi pengurus DPD LDII Kota Prabumulih kepada anak-anak yang telah mengharumkan nama Kota Prabumulih pada Festival FORSGI Sumatera Selatan 2026,” ujar Abu.
Ia menjelaskan, pertandingan persahabatan tersebut juga menjadi ruang praktik penerapan 29 karakter luhur bagi generus. Anak-anak diharapkan mampu bermain sepak bola dengan aman, menyenangkan, sportif, dan tanpa kekerasan.
Menurutnya, pembinaan sepak bola usia dini tidak hanya bertujuan mencetak pemain yang berprestasi. “Lebih dari sekedar prestasi, anak-anak perlu dibiasakan memiliki budi pekerti, disiplin, kerja sama, dan sikap saling menghargai agar menjadi pemain bola profesional yang tetap menjunjung tinggi budaya fair play,” tambahnya.
Salah satu peserta, Fathan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan kegiatan ini menjadi pengalaman baru untuk belajar bertamu dan menjaga sikap di tempat orang lain. “Alhamdulillah kami senang dan kami idak rebot pas tedok di kamar tamu,” ujarnya dalam bahasa daerah, yang berarti mereka senang dan tidak ribut saat tidur di kamar tamu.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan nasihat agama dari Dewan Penasihat PC LDII Pesawaran. Melalui kegiatan tersebut, LDII Prabumulih berharap generus dapat terus mengembangkan bakat sepak bola sekaligus memperkuat karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. (Pele)














