PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Belajar Budi Pekerti dari Ponpes Nurul Hakim Kaliawen

in Artikel, Nasional
400
0
Belajar Budi Pekerti dari Ponpes Nurul Hakim Kaliawen

Ponpes Nurul Hakim Kaliawen. Foto: LINES

556
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pondok Pesantren Nurul Hakim bisa menjadi teladan untuk melahirkan para santri ber-akhlaqul karimah. Budi pekerti tersebut sudah terasa sejak di pintu gerbang pesantren.

Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim berada di Desa Kaliawen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lokasinya yang berada di area persawahan benar-benar membawa santri dalam suasana pedesaan. Pondok pesantren yang sudah eksis sejak 1980-an tersebut, bertransformasi menjadi pondok pesantren dengan kultur Jawa yang kuat dalam pembinaan generasi muda.

“Kami menempatkan budi pekerti sebagai jiwa pondok pesantren, agar alumni pondok pesantren dapat membawa perubahan sosial di tengah masyarakat. Dengan demikian bangsa ini tidak hanya unggul di bidang teknologi tapi juga adab, yang mencerminkan peradaban luhur suatu bangsa,” papar KH Lukman Hakim atau yang kerap disapa Gus Luk.

Menurutnya, sebagai pondok pesantren dengan santri 300-an lebih, membuat Ponpes Nurul Hakim sangat kondusif untuk belajar agama, “Fasilitas Ponpes ini sangat menunjang untuk belajar agama. Namun yang terpenting, kami menerapkan prosedur operasional standar (SOP) untuk internalisasi budi pekerti kepada para santri,” ungkapnya.

Ia memberi ilustrasi, saat tamu memasuki gerbang, bagian keamanan dengan sikap hormat dan takzim telah menyambut tamu di pintu mobil – yang kesemua percakapan menggunakan bahasa Jawa halus. Saat tamu turun, bagian keamanan mengantar tetamu kepada petugas tamu, “Petugas keamanan ini memastikan tamu mendapat perhatian dan menghindari perasaan diabaikan,” jelas Gus Luk.

Saat tetamu sudah diterima penerima tamu, bagian keamanan meninggalkan mereka. Mereka disambut dengan ramah – sekali lagi disapa dengan bahasa Jawa halus – sekaligus menanyakan hal ihwal keperluan di pesantren. Bila keperluan menemui anak atau kerabat yang nyantri, maka santri yang dipanggil harus terlebih dahulu berdandan yang pantas untuk menemui tamu.

“Berdandan pantas saat dikunjungi merupakan bagian dari adab. Agar para santri dapat membawa diri, saat nanti berdakwah di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Santri Ponpes Nurul Hakim Kaliawen. Foto: LINES

Membebaskan Perundungan dengan Budi Pekerti
Persoalan perundungan bukan hanya di sekolah-sekolah, kerap kali perundungan juga terjadi di pondok-pondok pesantren. Untuk menghindari aksi tak terpuji itu, Gus Luk dan para pengurus pesantren melakukan metode terbalik: yang senior menghargai yunior.

“Senior tidak boleh mendominasi yuniornya. Bahkan diperlakukan dengan baik berupa prioritas, misalnya yang yunior dipesilakan mengambil makan terlebih dahulu. Bahkan untuk mengantre di kamar mandi, yang yunior dipersilakan lebih dulu,” tutur Gus Luk.

Praktik ini menjadi cara internalisasi, agar setiap orang saling menghormati tanpa pandang usia. Sementara bagi yang muda merasa terayomi dan terjaga, hingga rasa hormat dan segan kepada senior terbentuk secara natural.

Yunior ini nantinya akan menjadi senior, yang akan memperlakukan yuniornya dengan baik secara berkelanjutan.

Sementara, pada diri senior tumbuh pula sikap menghargai dan menghargai adik-adiknya, “Apalagi percakapan sehari-hari para santri menggunakan bahasa Jawa halus. Sehingga suasananya penuh saling penghormatan dan harmoni,” imbuhnya.

Mengenai pembulian dalam bentuk kekerasan, yang dipicu kehilangan barang, Ponpes Nurul Hakim melarang praktik kekerasan atau main hakim sendiri. Bahkan pengucilan akibat kesalahan seperti pencurian, sangat dilarang.

Lalu bagaimana solusinya? Menurut Gus Luk, seluruh santri dikumpulkan dalam ruangan, “Kemudian para guru menasehati mereka, implikasi dari mencuri di dunia dan akhirat. Selanjutnya, guru dan para santri membuat komitmen bahwa pengakuan jujur dari pelaku mendapatkan apresiasi bukan hukuman,” ujar Gus Luk memaparkan proses mengungkap kasus barang hilang.

Usai pernyataan bersama tersebut, para santri memejamkan mata dan siapapun dari mereka yang mengambil barang kemudian mengangkat tangan. Tentu saja tak ada satupun santri yang melihat. Usai pengakuan tersebut, secara personal guru mendatangi dan memberi nasehat, agar berbuat baik dan beribadah lebih rajin, sebagai pengganti perbuatan yang salah.

Santri yang bersangkutan pun, merasa terayomi dan berupaya meningkatkan kualitas dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, “Kami telah mempraktikkan hal ini, yang kami dapati santri menjadi sadar dan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena kesalahan tidak harus dihukum dengan keras, tapi memberikan penyadaran agar santri bisa meningkatkan kebaikan dalam dirinya,” pungkas Gus Luk.

Tags: Belajar Budi PekertiGus LukPonpes Nurul Hakim Kaliawen

Related Posts

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman
Artikel

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman

by eko nuansa
September 12, 2026
0

Kediri (6/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah turut ambil bagian dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang berlangsung di Balai...

Read more
Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan
Artikel

Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan

by eko nuansa
August 20, 2026
0

Gunung Putri (14/8). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga LDII Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Read more
HUT ke-81 RI, Ponpes Wali Barokah Tanamkan Nasionalisme dan 29 Karakter Luhur kepada Ribuan Santri
Artikel

HUT ke-81 RI, Ponpes Wali Barokah Tanamkan Nasionalisme dan 29 Karakter Luhur kepada Ribuan Santri

by eko nuansa
August 18, 2026
0

Kediri (18/8). Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui pengibaran bendera, tetapi juga diwujudkan dengan menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, berilmu, dan memiliki...

Read more
Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama
Artikel

Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Boyolali (7/7). PC LDII Boyolali menggelar Asrama Liburan bagi siswa usia SMP hingga SMA selama masa libur sekolah. Kegiatan yang diikuti 94...

Read more
Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan
Artikel

Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Wonogiri (7/7). Warga LDII Kelurahan Balepanjang, Jatipurno bersama masyarakat menggelar gotong royong memperbaiki Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Balepanjang secara swadaya sebagai bentuk...

Read more
LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati
Artikel

LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Lamongan (2/7). DPD LDII Lamongan menerima satu ekor sapi kurban bantuan dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendy, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447...

Read more

Trending

DPP LDII Dorong Masjid Jadi “Bank Air” Hadapi Kemarau Panjang
Berita Daerah

DPP LDII Dorong Masjid Jadi “Bank Air” Hadapi Kemarau Panjang

1 day ago
Libatkan Generasi Muda, LDII Nunukan Selatan Bergotong Royong dengan Warga
Berita Daerah

Libatkan Generasi Muda, LDII Nunukan Selatan Bergotong Royong dengan Warga

1 day ago
LDII Kebagusan Partisipasi dalam Liga Sepak Bola Desa
Berita Daerah

LDII Kebagusan Partisipasi dalam Liga Sepak Bola Desa

1 day ago
Bina Literasi Generasi Muda, LDII Ogan Ilir Gelar Pelatihan Jurnalistik
Berita Daerah

Warga LDII Karanganyar Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi Waduk Sempor

1 day ago
Bina Literasi Generasi Muda, LDII Ogan Ilir Gelar Pelatihan Jurnalistik
Berita Daerah

Bina Literasi Generasi Muda, LDII Ogan Ilir Gelar Pelatihan Jurnalistik

3 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

DPP LDII Dorong Masjid Jadi “Bank Air” Hadapi Kemarau Panjang

DPP LDII Dorong Masjid Jadi “Bank Air” Hadapi Kemarau Panjang

September 15, 2026
Libatkan Generasi Muda, LDII Nunukan Selatan Bergotong Royong dengan Warga

Libatkan Generasi Muda, LDII Nunukan Selatan Bergotong Royong dengan Warga

September 15, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In