PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Headlines

KH Chriswanto Santoso: Hari Pahlawan Jadi Pijakan Perjuangan Melawan Kemiskinan, Dekadensi Moral, dan Disintegrasi

in Headlines, Nasional
379
0
554
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (10/11). Pertempuran Surabaya yang jadi cikal-bakal Hari Pahlawan pada 10 November 1945 menjadi pengingat, bahwa bangsa Indonesia pernah melawan Inggris sang pemenang Perang Dunia II, yang ingin membawa Belanda berkuasa kembali. Setelah 80 tahun, heroisme arek-arek Surabaya itu, jadi panutan yang energinya ditujukan membangun bangsa, agar sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia menyerukan agar generasi muda menjaga semangat perjuangan para pahlawan, di hari-hari yang menentukan pada 10 November 1945 itu, “Mempelajari sejarah, berarti mempelajari jati diri bangsa agar semakin percaya diri menghadapi tantangan zaman, terutama dalam membangun kemandirian, persatuan, dan moral kebangsaan,” tegas KH Chriswanto.

“Pertempuran Surabaya adalah simbol keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih. Para pejuang saat itu melawan penjajahan dengan senjata seadanya, tapi memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemerdekaan dan martabat bangsa. Semangat itu harus kita warisi dalam bentuk kerja nyata untuk bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan, pada era globalisasi dan digitalisasi, perjuangan tidak lagi di medan tempur, melainkan di medan sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan akhlak, “Sekarang kita berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, dan disintegrasi. Bentuk kepahlawanan masa kini adalah berkontribusi positif di bidang masing-masing, menjaga persatuan, dan menguatkan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Chriswanto juga menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan harus diinternalisasi dalam pendidikan dan pembinaan karakter anak bangsa. Ia menilai peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menanamkan jiwa nasionalisme, rela berkorban, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

“Kami berkomitmen menanamkan semangat nasionalisme dan keikhlasan berjuang pada generasi muda melalui kegiatan dakwah, pendidikan karakter, dan pengabdian masyarakat. Kita ingin melahirkan pahlawan masa kini yang berilmu, berakhlak, dan berdedikasi,” tambahnya.

Korbid HAL DPP LDII Prof. Singgih Tri Sulistiyono. Foto: LINES.

KH Chriswanto berharap, semangat kepahlawanan itu terus hidup dalam setiap langkah pembangunan bangsa. “Kita tidak boleh melupakan sejarah. Tanpa pengorbanan para pahlawan, kita tidak akan menikmati kemerdekaan hari ini. Kini tugas kita adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, kejujuran, toleransi dan persatuan,” pungkasnya.Sementara itu, sejarawan sekaligus Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono, menegaskan Hari Pahlawan 10 November bukan hanya peringatan pertempuran Surabaya, melainkan momentum lahirnya kesadaran kolektif bangsa tentang arti kemerdekaan yang diperjuangkan melalui pengorbanan dan solidaritas.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (UNDIP) itu menilai, generasi muda harus memaknai Hari Pahlawan tidak lagi terletak pada perjuangan fisik, melainkan keberanian moral untuk berjuang di bidangnya masing-masing. “Kalau dulu perjuangan dilakukan dengan senjata, kini perjuangan adalah melawan kemalasan berpikir, korupsi nilai, dan hilangnya idealisme,” ujarnya.

Singgih menambahkan, semangat 10 November perlu diwujudkan melalui integritas, tanggung jawab sosial, dan kerja nyata bagi kemajuan bangsa, “Namun, generasi kini menghadapi bentuk perjuangan baru di era kemerdekaan dan globalisasi, yakni penjajahan nilai seperti individualisme dan pragmatisme.

“Esensinya tetap sama, yakni keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air. Hanya bentuknya yang berubah—dari mengangkat senjata menjadi perjuangan dengan pengetahuan, kreativitas, dan integritas moral,” katanya.

Ia menilai nilai paling penting dari Pertempuran Surabaya adalah keberanian moral dan solidaritas kebangsaan. Para pejuang kala itu tidak hanya melawan penjajah, tapi juga memiliki kesadaran kolektif untuk mempertahankan martabat bangsa dengan pengorbanan tanpa pamrih. Nilai itu, menurutnya, relevan di masa kini ketika bangsa menghadapi tantangan moral dan sosial.

Ilustrasi: AI Generated-LINES.

“Keberanian moral masa kini adalah keberanian menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Semangat gotong royong juga harus dihidupkan untuk melawan korupsi, perpecahan, dan ketidakadilan sosial,” tegasnya.

Menurutnya, pahlawan hari ini bukan lagi bertempur di medan perang, tetapi berjuang melawan kemalasan, korupsi, intoleransi, dan apatisme sosial. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berkontribusi nyata bagi bangsa melalui kerja keras, inovasi, solidaritas, dan kejujuran,” tuturnya.

Ia menutup pesannya dengan menyerukan agar semangat 10 November dihidupkan kembali dalam bentuk etika publik dan komitmen kebangsaan. “Setiap tindakan, sekecil apa pun, seharusnya menjadi bagian dari perjuangan membangun Indonesia yang berkeadaban dan berintegritas,” pungkasnya.

Tags: Dekadensi MoralDisintegrasiHari PahlawankebangsaanLDIIPerjuangan

Related Posts

PAC LDII Gunung Putri Bagikan 2.000 Bingkisan kepada Masyarakat Menjelang Idul Fitri
Berita Daerah

PAC LDII Gunung Putri Bagikan 2.000 Bingkisan kepada Masyarakat Menjelang Idul Fitri

by eko nuansa
March 8, 2026
0

Gunung Putri (06/03) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Gunung Putri menggelar kegiatan sosial bertajuk “Pembagian Bingkisan kepada Masyarakat Menjelang Hari Raya...

Read more
Tingkatkan Ukhuwah, LDII Cileungsi Gandeng MUI Bagikan Takjil kepada Warga
Berita Daerah

Tingkatkan Ukhuwah, LDII Cileungsi Gandeng MUI Bagikan Takjil kepada Warga

by eko nuansa
March 8, 2026
0

Cileungsi (6/03) - Dalam rangka meningkatkan ukhuwah dan tali silaturrahim sesama umat, PC LDII Cileungsi menggelar pembagian takjil kepada masyarakat bersama MUI,...

Read more
Berita Kegiatan

by eko nuansa
March 7, 2026
0

Menko AHY Dorong LDII Perkuat Kontribusi dalam Pembangunan SDM Jakarta (6/3). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan...

Read more
DPP LDII Jalin Silaturahim di Buka Puasa Kedubes Rusia
Artikel

DPP LDII Jalin Silaturahim di Buka Puasa Kedubes Rusia

by eko nuansa
March 4, 2026
0

Jakarta (3/3) – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Kedutaan Besar Federasi...

Read more
bukber kertosono
Nasional

Bupati Nganjuk Meriahkan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Ponpes Al Ubaidah

by admin
February 26, 2026
0

Nganjuk (26/2). Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur menggelar "Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa" pada Selasa (24/2/2026)....

Read more
takjil dpp
Headline

Berbagi Takjil Saat Ramadan, DPP LDII Tingkatkan Kepedulian Sosial Generasi Muda

by admin
February 26, 2026
0

Jakarta (26/2). DPP LDII menggelar kegiatan bagi takjil selama Ramadan 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekitar kantor DPP LDII, dengan melibatkan generasi...

Read more

Trending

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan
Headline

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

1 day ago
Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang
Lintas Daerah

Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

1 day ago
Nasehat untuk Para Suami
Nasehat

Nasehat untuk Para Suami

1 day ago
Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

1 day ago
Ponpes Miftahul Huda Gelar Buka Bersama Peserta Pesantren Ramadhan 1447 H
Lintas Daerah

Ponpes Miftahul Huda Gelar Buka Bersama Peserta Pesantren Ramadhan 1447 H

1 day ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

March 10, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In