Pemalang (21/1). Menjelang pergantian tahun 2026, DPD LDII Kabupaten Pemalang menggelar Pengajian Akhir Tahun secara serentak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, (31/12/2025) di empat titik, yakni PAC Banglarangan, PAC Klareyan, PC Taman, dan PC Randudongkal, dengan sasaran utama generasi muda LDII.
Pengajian ini dipilih sebagai alternatif kegiatan akhir tahun yang berorientasi pembinaan. Para pemuda diarahkan mengisi malam pergantian tahun dengan penguatan spiritual, wawasan kebangsaan, serta pembekalan sosial agar terhindar dari aktivitas yang berisiko dan kurang produktif.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang Agus Sarwono mengatakan pengajian akhir tahun selaras dengan agenda pembinaan karakter, yang dijalankan pemerintah daerah. Ia menilai pendekatan tersebut membantu menyiapkan pemuda yang profesional dan religius.
“Kami mengajak generasi muda memulai tahun baru dengan kegiatan yang membangun diri. Pembinaan lewat pengajian, diskusi sosial, hingga edukasi pencegahan kenakalan remaja memberi arah yang jelas,” ujarnya.
Agus menambahkan materi pengajian menitikberatkan Tri Sukses Generus LDII, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Nilai-nilai itu dipadukan dengan kepatuhan hukum dan wawasan kebangsaan dalam bingkai NKRI, “Pembinaan iman perlu berjalan beriringan dengan kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial,” katanya.
Pengajian ini melibatkan Kejaksaan Negeri Pemalang dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang. Kolaborasi ini menghadirkan materi hukum dan sosial yang relevan dengan tantangan remaja masa kini, terutama di ruang digital dan lingkungan pergaulan.
Perwakilan Kejari Pemalang Ahmad Rafliansyah Pasya menyampaikan materi bahaya bullying serta etika bermedia sosial. Ia mengingatkan generasi muda agar cermat menyaring informasi dan berhati-hati menggunakan media digital, “Jejak digital memiliki konsekuensi hukum. Anak muda perlu memahami batasan agar tidak terjerat persoalan,” ujarnya.
Sementara itu, penyuluh Kemenag Pemalang Khayalul Maki mengulas pencegahan kenakalan remaja melalui penguatan peran keluarga dan lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, pendampingan yang konsisten, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Keluarga menjadi ruang pertama pembentukan karakter, tempat nilai agama, etika, dan tanggung jawab sosial ditanamkan sejak dini. Selain keluarga, lingkungan masyarakat juga memegang peran besar dalam membentuk perilaku remaja,” tuturnya.
Khayalul Maki mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, pendidik, hingga organisasi kemasyarakatan seperti LDII, untuk menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan saling mengingatkan.














