Pemalang (21/1). Jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Pemalang menghadiri upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (3/1/2026).
Kehadiran LDII menjadi bagian dari rangkaian peringatan nasional yang diikuti unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan. Upacara dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Syarif Hidayat, selaku inspektur upacara.
Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Agama RI dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema tersebut menyoroti pentingnya kerja bersama lintas sektor dan lintas umat dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat fondasi pembangunan.
Syarif Hidayat menilai peringatan Hari Amal Bakti bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi atas peran Kementerian Agama dalam melayani umat dan menjaga harmoni kehidupan beragama. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi, terutama di daerah, agar program keagamaan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, Agus Sarwono, yang hadir langsung dalam upacara tersebut, menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Kementerian Agama. Ia menilai usia delapan dekade menjadi bukti konsistensi Kemenag dalam merawat kehidupan beragama di Indonesia, “Peringatan ini mengingatkan pentingnya kebersamaan antarumat dan sinergi dengan pemerintah agar daerah tetap kondusif,” ujarnya.
Agus Sarwono menambahkan, LDII Pemalang memandang kerukunan sebagai modal sosial utama dalam membangun masyarakat. Menurutnya, peran organisasi keagamaan tidak hanya terbatas pada pembinaan internal, tetapi juga ikut menjaga ruang kebersamaan di tengah keberagaman, “LDII siap berkolaborasi dengan Kemenag dan pemerintah daerah dalam berbagai program pembinaan umat,” tambahnya.
Agus menilai momentum Hari Amal Bakti menjadi penguat komunikasi antarlembaga keagamaan. “Kami melihat forum seperti ini membuka ruang dialog yang lebih luas, sekaligus mempererat hubungan antara ormas Islam, tokoh lintas agama, dan aparatur pemerintah di tingkat daerah,” tandasnya.
Rangkaian upacara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pejabat Kemenag, perwakilan pemerintah daerah, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan.














