Tabanan (22/4). Pengurus DPD LDII Tabanan silaturahim dengan Ketua PC NU Tabanan KH Ali Mahfud Aang Khunaefi, pada Sabtu (18/4/2026). Acara itu sebagai penguatan ukhuwah dan sinergi lebih lanjut di Tabanan.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD LDII Tabanan, Maulana Sandijaya mengatakan, LDII dan NU adalah mitra strategis dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan di tengah masyarakat, terutama di tengah masyarakat yang heterogen Bali.
“Kalaupun ada sedikit perbedaan dalam ormas, hal itu bukan untuk dipertentangkan yang bisa menimbulkan konflik horizontal. Perbedaan tersebut justru dijadikan perekat untuk saling memahami satu sama lain,” ujarnya.
Menurut Sandi, konsep Li-Ta’arafu adalah hal penting dalam menjalin komunikasi dan lebih akrab. “Bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa bukan untuk terpecah belah, melainkan untuk saling mengenal, memahami, dan menghormati perbedaan,” tukasnya.
Sandijaya juga menegaskan, meski ada perbedaan baik LDII maupun NU adalah ormas Islam yang memperjuangkan keutuhan NKRI melalui bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Yang beda jangan dipaksa untuk sama, dan yang sudah sama jangan dibedakan. Kalau mencari perbedaan, tidak ada habisnya. Kita, LDII, NU, Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya adalah saudara dalam iman dan Islam,” tandasnya.
Sementara itu, KH Ali Mahfud menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan pengurus LDII Tabanan. Menurutnya, dialog akrab di forum informal tersebut sangat dibutuhkan, “Dengan ngobrol seperti ini, saya menjadi tahu LDII dari sumbernya langsung. Bahkan, kami bisa saling memperkuat persaudaraan dan menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, saat ini yang diperlukan adalah kolaborasi bagi kemaslahatan pada umat. Selain menjaga keharmonisan umat beragama, NU maupun LDII bertugas untuk mengajak masyarakat untuk menjaga alam.
Senada dengan KH Ali Mahfud, Sandi juga menyampaikan, permasalahan aktual seperti sampah menurutnya urgent untuk dicarikan solusi bersama. Permasalahan akan selesai jika ada kekompakan dan persatuan. “Kami membuka lebar pintu kolaborasi dan sinergi untuk saudara kami dari NU,” pungkas Sandijaya. (mau)














