Jambi (18/6). Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muaro Jambi menggelar pelatihan bagi petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Hotel Shang Ratu, Kota Jambi, pada 1–3 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan membekali petugas lapangan agar mampu melaksanakan pendataan sesuai pedoman yang telah ditetapkan.
Pelatihan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diikuti peserta dari tujuh kecamatan, sedangkan gelombang kedua diikuti peserta dari empat kecamatan di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Kepala BPS Kabupaten Muaro Jambi, Edi Subagyo, menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Data sensus ekonomi ini akan menjadi pondasi utama bagi penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan. Karena petugas lapangan merupakan garda terdepan untuk Sensus Ekonomi 2026, saya berpesan agar seluruh peserta pelatihan dapat menyerap ilmu dengan sebaik-baiknya yang disampaikan oleh Instruktur Daerah (Inda) di kelasnya masing-masing,” ujar Edi Subagyo.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Anggota DPR RI Komisi XII Dapil Jambi, Syarif Fasha. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya pelaksanaan pendataan yang sesuai dengan kondisi di lapangan agar menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Di sela kegiatan, Mulyono yang juga menjabat Ketua PC LDII Bahar Utara menyampaikan bahwa sebanyak 12 warga LDII Kabupaten Muaro Jambi dinyatakan lolos seleksi petugas Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh BPS.
Ia menjelaskan, para petugas tersebut berasal dari tiga wilayah PC LDII, yakni lima orang dari PC LDII Sungai Bahar, lima orang dari PC LDII Bahar Utara, dan dua orang dari PC LDII Bahar Selatan. “Alhamdulillah, total ada 12 warga LDII dari tiga PC yang akan bersinergi bersama petugas lainnya untuk terjun langsung ke masyarakat guna melakukan pendataan di masing-masing wilayah tugas yang telah ditentukan oleh BPS. Ini merupakan bentuk partisipasi warga LDII dalam mendukung program pemerintah,” ujar Mulyono.








