Serang (19/6). Jajaran pengurus menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bertema “Optimalisasi Peran Generus LDII dalam Penguatan Literasi dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung LDII Banten pada Sabtu (30/5/2026) ini diikuti oleh 50 peserta dari kalangan pemuda guna memperkuat literasi media digital.
Acara ini digelar sebagai langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan keterampilan praktis dalam penulisan berita serta teknik penyuntingan video. Lokakarya tersebut diharapkan mampu mendukung penyebaran informasi secara lebih kreatif, akurat, dan informatif melalui berbagai platform media sosial.
Salah satu narasumber, Anggota Departemen Komunikasi Informasi dan Media (KIM) DPP LDII Noni Mudjiani, menjelaskan bahwa straight news adalah jenis berita yang menyajikan informasi aktual dengan struktur piramida terbalik dan prinsip 5W+1H, sedangkan soft news lebih mengutamakan aspek daya tarik manusia (human interest) dan narasi.
“Menulis berita tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga soal bagaimana menjangkau pembaca dan membuat mereka memahami pesan yang ingin disampaikan,” ujar Noni.
Ia juga membahas teknik penulisan berita yang efektif bagi seorang jurnalis. Menurutnya, struktur penulisan yang tepat akan sangat membantu audiens di era digital. “Piramida terbalik memastikan pembaca mendapatkan esensi berita meski hanya membaca sekilas, sehingga cocok untuk era media sosial yang serba cepat,” ungkapnya.
Dalam sesi tersebut, dipaparkan pula langkah-langkah produksi berita, mulai dari observasi lapangan, wawancara sumber terpercaya, hingga verifikasi fakta untuk menghindari informasi bohong atau hoaks, “Para peserta dapat belajar proses jurnalistik, mulai dari praktik merencanakan, wawancara, penulisan berita, sampai dengan menyunting dan mengirimkan berita yang mereka buat,” katanya.
Melalui pelatihan teknis ini, tim LINES diharapkan dapat terus membangun budaya komunikasi digital yang adaptif, profesional, dan berdaya saing. Dengan demikian, para generus dapat berperan aktif sebagai penyampai informasi yang kredibel di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.














